01 November 2015

Inilah Para Pemenang Indonesia Law Awards 2015

Asian Legal Business (ALB) kembali menyelenggarakan Indonesia Law Awards. Tahun ini, ada 22 kategori yang dirilis. Rinciannya, 15 penghargaan untuk law firm, 6 penghargaan untuk in-house counsel, dan sisanya penghargaan khusus untuk managing partner. Setelah proses panjang penjurian, akhirnya para pemenang Indonesia Law Awards 2015 diumumkan di Jakarta,Kamis (29/10) malam. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun ini ada dua penghargaan khusus. Pertama, BMW Award yang diberikan kepada Managing Partner of The Year. Kedua, Hadiputranto, Hadinoto & Partners Award untuk Indonesia In-House Team of The Year. Selain itu, khusus untuk kategori Indonesia Deal of The Year dan Indonesia Law Firm of The Year, para finalis dirilis dalam malam penobatan tersebut. Para nominator Indonesia Deal of The Year adalah Acquisition Financing for Pertamina’s Acquisition of Murphy Oil Malaysia Assets, Donggi Senoro LNG Project, CapitaLand Joint Venture and Land Acquisition, GSIC’s Joint Investment with Rajawali Group in Property Project in Indonesia, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk’s Global IPO. Sementara itu, nominasi Indonesia Law Firm of The Year adalah Assegaf Hamzah & Partners, Hadinoto, Hadiputranto & Partners, Hanafiah Ponggawa & Partners, Hiswara Bunjamin & Tandjung in association with Herbert Smith Freehills, dan Tumbuan & Partners. Selain rilis finalis dua kategori tersebut, pada malam itu juga baru dirilis siapa saja juri dibalik perlombaan ini. Total ada 23 orang juri yang berasal dari beragam latar belakang, law firm, in-house lawyer, media, dan akademisi. Para pemenang merupakan finalis yang mendapat akumulasi nilai tertinggi dari juri. Tahun ini, law firm Hadiputranto, Hadinoto & Partners yang paling banyak menggondol piala kemenangan. Berikut ini para pemenang Indonesia Law Awards 2015: 1. Banking and Financial Services Law Firm of The Year: Hadiputranto, Hadinoto & Partners 2. Employment Law Firm of The Year: Hiswara Bunjamin & Tandjung in association with Herbert Smith Freehills 3. Real Estate Law Firm of The Year: Hanafiah Ponggawa & Partners 4. Boutique Law Firm of The Year: Tumbuan & Partners 5. Restructuring and Insolvency Law Firm of The Year: Hadiputranto, Hadinoto & Partners 6. Project and Energy Law Firm of The Year: Hadiputranto, Hadinoto & Partners 7. Dispute Resolution Law Firm of The Year: - Assegaf Hamzah & Partners - Hadiputranto, Hadinoto & Partners 8. Intellectual Property Law Firm of The Year: Hadiputranto, Hadinoto & Partners 9. Debt Market Deal of The Year: Acquisition Financing for Pertamina’s Acquisition of Murphy Oil Malaysia Assets 10. M&A Deal of The Year: Acquisition of Tallsman Energy Inc. 11. Project and Energy Deal of The Year: Donggi Senoro LNG Project 12. Equity Market of The Year: PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk’s Global IPO 13. Real Estate Deal of The Year: GSIC’s Joint Investment with Rajawali Group in Property Project in Indonesia 14. Indonesia Deal of The Year: Donggi Senoro LNG Project 15. Banking and Financial Services In-House Team of The Year: Maybank Indonesia (dahulu Bank Internasional Indonesia) 16. Energy and Resources In-House Team of The Year: Siemens Indonesia 17. Construction and Real Estate In-House Team of The Year: Semen Indonesia (Persero) 18. Deal Firm of The Year: Assegaf Hamzah & Partners 19. In-House Lawyer of The Year: Reza Topobroto (Microsoft Indonesia) 20. Hadiputranto, Hadinoto & Partners Award Indonesia In-House Team of The Year: - Semen Indonesia (Persero) - Soho Global Health 21. BMW Award Managing Partner of The Year: Ahmad Fikri Assegaf (Assegaf Hamzah & Partners) 22.Indonesia Law Firm of The Year: Hadiputranto, Hadinoto & Partners (sumber : http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt563339e159ab5/inilah-para-pemenang-indonesia-law-awards-2015)

>>Selanjutnya..!

13 Oktober 2015

Menko Luhut: Bela Negara untuk Disiplinkan Anak Muda

Kementerian Pertahanan akan mengadakan program Bela Negara bagi setiap warga negara. Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan memastikan program Bela Negara itu berbeda dengan progam Wajib Militer. Luhut mengatakan, kegiatan Bela Negara lebih kepada menanamkan sikap disiplin, terutama bagi anak muda. "Itu oleh Kementerian Pertahanan dibuat program, tujuannya untuk mendisiplinkan anak-anak kita, revolusi mental juga," ujar Luhut saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2015). Melalui program bela negara ini, lanjut Luhut, mebuat warga negara lebih peka dan menumbuhkan semangat kebangsaan. Nantinya setiap warga yang mengikuti program bela negara ini akan mendapatkan pelatihan dari kombinasi TNI, Polisi dan unsur keilmuan yang lain. "Membuat kita lebih aware, ada masalah kebangsaan, narkoba, teroris," kata Luhut. (jor/mok)/sumber : detik.com

>>Selanjutnya..!

05 September 2015

KELUARGA BESAR PUTRA PUTRI POLRI (KBPPP)

Keluarga Besar Putra Putri POLRI (KBPPP) dibentuk tanggal 1 Maret 2003 di Sukabumi Jawa Barat merupakan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) sebagai wadah berhimpunnya keluarga besar Putra Putri POLRI di bawah pembinaan langsung KAPOLRI dan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan (PP) POLRI, dan sebagai wadah untuk mempersiapkan kader-kader pimpinan nasional yang mendayagunakan segenap potensi yang dimilikinya bagi kepentingan bangsa dan NKRI. Putra Putri POLRI yang lahir dari patriot-patriot bangsa, merasa sadar akan fungsinya sebagai generasi penerus, serta memiliki rasa bertanggung jawab untuk berperan dalam pembangunan nasional, guna mewujudkan cita-cita luhur bangsa, yakni masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Untuk mewujudkan cita-citanya, KBPPP telah membentuk kepengurusan di tingkat Pusat (nasional), Daerah (propinsi) dan Resor (Kota/Kabupaten) di seluruh Indonesia. Di lingkungan KBPPP Resor Kota Bandung (Polrestabes Bandung), telah pula terbentuk kepengurusan KBPPP untuk tingkat Sektor (Polsek) se-wilayah Polrestabes Bandung. Di dalam kepengurusan KBPPP Resor Kota Bandung, selain terdapat bidang-bidang yang menjalankan kegiatan organisasi secara teknis, terdapat pula badan-badan yang secara khusus bergerak dinamis dan menjalankan kegiatan sesuai dengan alur kekhususannya. Bidang-bidang dan badan-badan khusus KBPPP yang terdapat di dalam struktural KBPPP Resor Kota Bandung akan diuraikan lebih lanjut pada bagian lain. MAKSUD & TUJUAN Maksud & tujuan dibentuknya KBPPP antara lain : 1. Menghimpun putra putri keluarga besar POLRI agar menjadi manusia yang berkepribadian Pancasila dan berwatak luhur, sehingga terbentuk kader-kader pimpinan bangsa yang memiliki : - Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, disertai sikap mental, moral dan budi pekerti yang luhur. - Kecerdasan, tanggap dan terampil serta sehat jasmani maupun rohani. - Kesetiaan dan pengabdian pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan pemikiran dan orientasi kepada pembaharuan dan pembangunan untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia. 2. Menggalang segenap potensi anggota, serta menjadikan penggerak pembangunan nasional dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 3. Menggalang persatuan dan kesatuan untuk meningkatkan dan mengembangkan semangat pengabdian kepada organisasi, bangsa dan negara sebagai wujud kepedulian cinta tanah air. 4. Mengembangkan dan mendayagunakan potensi yang dimiliki anggota, sehingga terbentuk cipta dan karya dalam semangat kebersamaan yang diabadikan untuk kesejahteraan anggota serta mengembangkan misi POLRI. PERAN & FUNGSI KBPPP memiliki peranan yang penting dan strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut telah digariskan dalam Anggaran Dasarnya, di mana peranan KBPPP adalah : 1. Meningkatkan iman dan taqwa sebagai wujud pengamalan Pancasila dan UUD 1945 dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 2. Meningkatkan dan mempertebal semangat pengabdian demi memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta meneruskan pembaharuan dalam pembangunan nasional. 3. Mendorong terciptanya perekonomian nasional sebagai usaha bersama yang berasaskan kekeluargaan dalam meningkatkan kemakmuran, pemerataan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat indonesia. 4. Mengembangkan tatanan sosial ekonomi yang mandiri sebagai usaha bersama serta mendorong kemitraan usaha yang diabadikan sepenuhnya untuk kesejahteraan. 5. Mendorong, mengembangkan dan meningkatkan terselenggaranya pendidikan serta pelatihan ketenagakerjaan, sehingga terwujudnya sumber daya manusia yang terampil, profesional dan produktif guna ikut serta dalam mengisi pembangunan nasional. 6. Meningkatkan kualitas anggota untuk kader-kader menjadi pimpinan bangsa yang berwawasan nasional. 7. Menjalin kerjasama dan menciptakan suasana kekeluargaan dengan sesama potensi Organisasi Kemasyarakatan lainnya. 8. Meningkatkan jati diri sebagai bhayangkara muda dalam mengembangkan misi Polri. Selain memiliki peranan yang penting dan strategis, KBPPP sebagai organisasi kemasyarakat juga memiliki fungsi untuk : 1. Menjembatani berbagai latar belakang sosial segenap anggota untuk menjalin kerja sama yang bersifat kekerabatan dari sumber yang sama secara serasi. 2. Sebagai katalisator dan komunikator dalam memperjuangkan kepentingan politik bangsa.

>>Selanjutnya..!

04 Desember 2012

Mengenai Ekonomi Global Stamo~2013 Dan Kesejahteraan Umat Manusia

MANDALAJATI NISKALA Seorang Filsuf Sunda Abad 21 Menjelaskan Dalam Buku SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21, Mengenai Ekonomi Global Stamo~2013 Dan Kesejahteraan Umat Manusia ———————————————————————————–

Kelengkapan pemahaman dalam berbagai cabang ilmu hanyalah merupakan dampak logis dari pendalaman filsafat yang fitrah dan wiwitan. Demikian sebuah istilah “Weruh disewu anu saestu” merupakan kompetensi yang digambarkan Sang Prabu Siliwangi terhadap manusia yang dikaruniai aneka macam kecerdasan alam .

Kondisi seperti itu hampir melekat pada sosok Mandalajati Niskala . Sebuah teori ekonomi Sunda “STAMO 2013” ditemukan dan digali oleh beliau pada tahun 2002. Ini tak lain berupa sistem ekonomi global yang akan dihadirkan bagi peruntukan abad 21 ke depan.

Digali oleh Mandalajati Niskala untuk dipersembahkan kepada “Sang Khalifah Ratu Adil” dalam mewujudkan kesejahteraan umat manusia diseluruh Dunia. Lagi-lagi ini bisa membuat para ekonom tercengang, karena beliau begitu cemerlang merekonstruksi kesalahan cara berfikir. Melalui Stamo 2013 nampaknya Mandalajati Niskala akan membatalkan seluruh teori ekonomi yang saat ini berjalan dipermukaan Bumi.

Stamo 2013 yang tadinya sangat dirahasiakan karena waktunya belum tiba, di tahun 2008 beliau memprintout dalam jumlah cukup, berupa Selayang Pandang STAMO 2013 dan menyebarkannya kepada banyak pihak, dengan maksud, beliau hendak mengecek kepekaan para tokoh dan para akhli, yang skaligus beliau menghadirkan stimulasi kearah berfikir mendeka.

Sayang para tokoh Sunda, yang notabene banyak para akhli tak mampu mengejar ketertinggalan dari melesatnya sulur buah fikiran Mandalajati Niskala. Jujur saja saat ini banyak yang mencuplik Stamo 2013 dan ada indikasi dijalankan orang, namun nampaknya pada takut karena Mandalajati Niskala mengeluarkan peringatan keras berupa ancaman Tuhan.



STAMO 2013 merupakan Sistem Ekonomi Global yang dilahirkan oleh Sunda bagi kepentingan umat manusia. Banyak hal yang mendasari dilahirkannya system ekonomi ini, sebab system ekonomi baik kapitalis maupun sosialis telah gagal mewujudkan amanah kehidupan dalam menghadirkan keadilan ekonomi yang mengakomodir semua kepentingan terutama masyarakat dunia.

STAMO 2013 disusun berdasarkan rasa kemanusiaan dengan mempertimbangkan hal yang fitrah dan sangat esensi dalam tuntutan kehidupan manusia itu sendiri. Banyak faktor yang menjadikan pertimbangan logis bahwa STAMO 2013 tersebut harus dilahirkan oleh Sunda, untuk kepentingan seluruh umat manusia.

Dibawah ini adalah cuplikan dari Selayang Pandang STAMO 2013 yang dikeluarkan oleh Mandalajati Niskala tahun 2009: ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………dst.

Pertama: Manusia Sunda menyadari; bahwa dirinya diberkati cara berfikir benar yang terpatri pada setiap diri; bahwa Tuhan YMK-lah yang menjadi penyebab segala sesuatu menjadi ada. Demikian pula menjadi tujuan Sang Pencipta; keberadaan, kesetimbangan, keadilan dan kesejahteraan kehidupan Bumi dapat terwujud. Manusia sebagai khalifah diberi mandat untuk mengelola keberadaan kesetimbangan, keadilan dan kesejahteraan Bumi sesuai dengan tujuan Tuhan YMK menciptakannya.

Semuanya dimaksudkan agar seluruh kehidupan di Bumi ini, menghamba dan bersyukur kepadaNya. Kedua: Sunda menyadari bahwa dalam mengelola kehidupan selalu mengawali dengan cara berfikir filosofi sampai pada titik akar masalah. Cara berfikir yang demikian akan menemukan sesuatu, mencapai titik fitrah sesuai dengan yang ditetapkan Tuhan YMK. Cara berfikir fitrah seperti ini dipandang oleh Sunda; Bahwa segala sesuatu itu, telah melalui ”pertimbangan hakekat” hingga mencapai titik benar sebagai sebuah keputusan yang maslahat bagi kehidupan seluruh manusia dan alam sekitarnya. Ketiga: Pada prinsipnya bahwa Tuhan YMK memberikan segala kekayaan yang ada di Bumi ini untuk seluruh manusia. Para pemimpin dimanapun di Bumi ini memiliki tugas memberdayakan dan mengatur sistem keadilan dan kesejahteraan untuk dinikmati oleh seluruh manusia sesuai keinginan Sang Pencipta. Sunda memiliki akar filsafat yang mengacu pada prinsif ini.

STAMO 2013 singkatan dari ”Sistim Tribanda Aset Masyarakat Otomatis 2013”. Merupakan sebuah sistem keadilan ekonomi yang disusun berdasarkan hal-hal di atas. Kita semua mengetahui, walaupun secara hakekat bahwa seluruh kekayaan bumi diperuntukan dan menjadi milik seluruh masyarakat atau seluruh manusia, namun secara syariat dibutuhkan sebuah Sistem pemanfaatan yang mendekati rasa keadilan. STAMO 2013 melahirkan sebuah sistem keadilan dengan membagi aset ekonomi kepada tiga pihak secara otomatis dengan pembagian aset yang sama besar. Seluruh ketentuan dan rincian yang mengatur ketiga pihak ini tertuang dalam KITAB STAMO 2013.

……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………dst.

Kegiatan ekonomi tidak bisa terlepas dari kebutuhan yang menjadi tuntutan kehidupan manusia; STAMO 2013 akan menimbulkan loyalitas pasar dan Solidaritas pasar yang datang dengan sendirinya; sebab sistem ini dianggap oleh masyarakat Dunia merupakan sebuah sistem keadilan ekonomi yang akan memberi jaminan kasetimbangan kekayaan kepada seluruh manusia di bumi ini.

Sisi lain bangkitnya sentimen pasar seperti ini tidak akan bisa dicegah, sebab seluruh manusia menyadari bahwa haknya terfasilitasi oleh STAMO 2013. Ini menjadi alasan logis bahwa seluruh produk yang menggunakan lebel STAMO 2013, akan dikonsumsi oleh masyarakat Dunia, sebab masyarakat menyadari bahwa pada produk-produk tersebut terdapat sepertiga aset yang menjadi milik masyarakat.

Walaupun STAMO 2013 tidak akan mengatur sebuah sistem pasar, namun sentimen pasar yang berpihak kepada STAMO 2013 akan tercipta dengan sendirinya dan STAMO 2013 otomatis akan menjadi ”Brand Image” atau ”Legal Brand” milik pasar atau milik masyarakat yang tidak akan tergoyahkan oleh sistem pasar manapun. Beberapa pihak mencoba menterjemahkan Ratu Adil namun tidak pernah berhasil. Sistem sosialis pasca Kemerdekaan RI tidak berhasil menterjemahkan makna Ratu Adil, sekalipun Soekarno sebagai Presiden pertama sering mendengungkannya; Demikian pula bersamaan dengan itu sistem kapitalis melalui Westerling merebut gelar Ratu Adil dengan mendeklarasikan Angkatan Perang Ratu Adil; Juga tidak berhasil. Sebab kesemuanya menterjemahkan Ratu Adil dalam kepentingan politik dan kekuasaan, yang saling menghancurkan antara Kapitalisme dan Sosialisme. Ratu Adil yang benar adalah sebuah sistem yang mampu memfasilitasi atau mengakomodir seluruh kepentingan bagi keadilan yang tidak ada batas. Itulah yang dimaksud oleh KITAB STAMO 2013. ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………dst. Kendati kita memahami bahwa Sunda dengan Sistem Tri Tangtu Di Buana yang merupakan Tatanan Fitrah telah menemukan titik akhir dari tiga cita-cita perjalanan hidup manusia di alam Dunia, yaitu: Keluhuran Derajat Kehidupan sebagai wujud dari nilai-nilai LOGIKA , Kelungguhan Martabat Kemanusiaan sebagai wujud dari nilai-nilai ETIKA dan Keluhungan Adat Budaya sebagai wujud dari nilai-nilai ESTETIKA . Kini semua itu hanya menyisakan cerita dan manuskrif-manuskrif yang sarat akan Sandi Rahasia dan tidak gampang untuk dibaca serta dipetakan kembali dalam kehidupan (Sunda = Sandi yang terpetakan). Kunci kunci untuk melakukan pemetaan atau merekonstruksi ketiga nilai di atas diselimuti oleh Rahasia Rasa yang terpetakan dalam Filsafat Puragabasa, yang senantiasa hidup pada fitrah setiap diri manusia namun sulit untuk disadari. Ini menjadi sebuah keunikan tersendiri dimana Sunda yang sangat fitrah ini, secara system memiliki apa yang disebut Logika Rasa . Sangat dibutuhkan beberapa aspek penting dan kompetensi khusus dimana seseorang mampu menyeruak Sandi Rahasia dan menemukan apa yang menjadi hasanah kekayaan Sunda; Selain dibutuhkan kecukupan waktu, pemahaman Filsafat Puragabasa, juga metoda lainnya yang berhubungan dengan Logika Rasa mutlak dibutuhkan. Disiplin ini sangat berbeda dengan metodologi umum lainnya yang kita kenal sebagai metoda ilmiah seperti yang sekarang banyak dilakukan orang. Esensi dari STAMO 2013 merupakan hasil penjelajahan memasuki Rahasia Rasa yang merupakan hasanah kekayaan Sunda yang ditemukan kembali; yang sebelumnya diawali dengan sebuah statement diri bahwa: Segala temuan hasanah kekayaan Sunda, bagi para pelaku penjelajah Rahasia Rasa seperti saya, tidak boleh memiliki niatan apa yang ditemukannya itu untuk dikuasainya. Untuk hal tersebut di atas sejak tahun 2002, temuan STAMO 2013 saya selamatkan sebagai amanah Sunda dan tidak tergiur dengan bujukan uang puluhan miliar untuk dijual ke Negara Tetangga. Di sisi lain sayapun tidak khawatir muatan-muatan STAMO 2013 akan dijiplak Negara lain; karena ternyata berbagai system yang dimiliki oleh Sunda telah dilengkapi oleh sebuah Proteksi Rahasia yang Sakral dan sangat ampuh, yaitu yang namanya Supata Sunda atau Supata Indung. Kesimpulannya siapapun yang menjiplak STAMO 2013 untuk kepentingan sendiri dan keserakan, pasti tidak akan bisa mulus, karena Sistem ekonomi ini sangat fitrah mengikuti hukum-hukum alam yang mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. STAMO 2013 adalah sebuah hasanah kekayaan Sunda, yang merupakan Sistem Ekonomi Fitrah; memiliki kesanggupan untuk mewujudkan keadilan ekonomi Dunia, yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia di seluruh Dunia. Keadilan yang “maha besar” ini dilakukan serta merta secara otomatis, dan hanya merupakan dampak dari keadaan bahwa Sistem Sunda hakekatnya; MENGGUMULUNG dalam KOKOPAN sifat-sifat Sang Pencipta Yang Maha Besar dan Maha Adil. Dari keadaan seperti ini tak heran manusia Sunda berenang-renang dalam hasanah kekayaan filsafat kehidupan, kemudian yang ditemukannya juga selalu orsinil pada kadar yang sangat esensial, integral, universal dan sistemik yang holistik mengikuti sifat-sifat Qudrat dan Irodat Tuhan. …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… dst. ———————————— Naskah ini dicuplik dari Editing Penulis. Judul Buku: SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21 Sub Judul: “SERIBU JABANGTUTUKA SUNDA” Serial: “Jabangtutuka 1 Mandalajati Niskala” ————————————————— e-mail : mandalajati.niskala@gmail.com

>>Selanjutnya..!

30 November 2009

Kabinet Retorika & Dongeng Kancil

Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua belum seumur jagung tetapi ributnya tak ketulungan. Nusantara polusi kata-kata. Itu karena semua suka bicara. Kata dijawab kata-kata. Justifikasi ditimpa apologia. Merumpun di satu kubangan menjadi retorika. Ya, negeri ini sedang mempraktekkan filosofi banyak bicara dan kerja itu adalah bicara.

Pekerjaan macam ini pernah ngetrend di jagat raya. Dalam berbagai catatan sejarah masa Yunani kuno muasalnya. Yang mempraktekkan kerja macam itu disebut Sokrates dan Plato sebagai Kaum Sofis. ‘Penjual kata-kata’, dan ‘membual’ menjadi komoditas yang laris manis.

Dampak dari ‘jualan kata’ itu melahirkan politisi yang ‘ngecap doang’, suka tipu-tipu, penguasa yang ‘ngadali’ rakyat, dan ahli hukum pokrol bambu. Itu yang kelak menjerat Sokrates ‘pembawa kebenaran’ menjadi pesakitan di negeri pengamal ‘demokrasi murni’ ini.

Kaum Sofis di ratusan tahun sebelum Tahun Masehi itu mengkultuskan kata, karena jalinan kata itu dianggap dewa. Sebab filosofi Kaum Sofis kemudian disebut filsafat Sofia bersendi pada retorika, dan agitasi serta oratoris, nyawa dari segala yang diperjuangkan. Itu pula yang menjadikan kebenaran tidak penting, karena yang diutamakan adalah kemenangan.

Di negeri ini, ‘jualan kata’ itu juga pernah berjaya. Awal abad 20 ‘Dongeng Kancil’ memasyarakat, meluas menjadi menu utama ‘piwulang’, pelajaran moral bagi bangsa-bangsa di Asia Tenggara. Sebarannya dari Gresik, Jawa Timur mewabah ke seluruh Jawa, Palembang, dibawa para pedagang sampai ke Tumasik (Singapura), Malaysia dan Brunei, dan akhirnya ‘Si Pelanduk’ bagian dari ‘budaya serumpun’.

Malah di abad 14 yang disebut De Graff dan De Han di jantung Majapahit berkembang Islam Syiah itu, dalam Babad Gresik dikatakan mereka juga punya fabel Kancil yang bernama Falando Kancieh, Sang Kancaci, atau Si Kancil. Dengan demikian, rasa-rasanya, Sang Kancil ini fabel Persia yang digemari Kiai Semboja, dan dipakai sebagai ‘alat’ mengkomunikasikan agama.

Kiai Semboja memang tak banyak dikenal. Beliau adalah saudagar Gresik yang sukses, suami Nyi Ageng Pinatih. Nama belakangan ini yang kesohor, karena merupakan ibu angkat Sunan Giri. Tak salah jika Raden Paku, nama kecil Sunan Giri, bersyiar Islam, mendalang dengan tokoh Kancil.

Si Kancil ini memang dikisahkan cerdas, suka bicara, kendati juga dikenal culas, mahir tipu-tipu. Yang kena tipu seperti itu adalah petani, yang dalam folklore dikatakan timunnya dicuri.

Tapi di balik itu, seperti tertuang dalam ‘Syair Kancil Yang Cerdik’, Hikayat Pelanduk Jenaka’, sampai ‘Layang Cariyos Kancil’ dikatakan, binatang ini amat luar biasa. Dia pemersatu satwa di hutan belantara. Dia tegas bertindak demi keutuhan warga rimba.

Dia hadapi kerbau dan harimau yang merasa sebagai satwa buas, kuat, dan mentahbiskan dirinya sebagai penguasa. Setelah takluk, Kancil bertindak selayaknya pemimpin. Reward dan punishment diterapkan. Harimau serta kerbau tak berkutik tatkala dijatuhi hukuman. ‘Pemimpin kuwi kudu teges. Yen ora teges kuwi maqome sing dipimpin’, begitu petuahnya. Pemimpin itu wajib tegas. Kalau tidak tegas itu maqomnya yang dipimpin.

Kancil bukan hanya umbar kata-kata. Dia lengkap sebagai negarawan. Kata dan tindakan sepadan. Dia paham ‘berkuasa’ itu sama dengan tamsil ‘naik macan’. Yang ‘dikuasai’ takut macan yang ditunggangi, ‘penguasa’ ngeri turun dari macan yang siap memangsanya.

Dari Dongeng Kancil & ‘asbabul nuzul’ retorika terdapat pelajaran berharga. Kalau Kepolisian, Kejaksaan, KPK, dan institusi lain ada masalah, kenapa hanya ‘kata-kata Kancil’ yang dipakai, bukan tindakannya? Padahal Kancil juga representasi dari Pancasila, ‘permusyawaratan dan permufakatan’.

Retorika ternyata memang bukan penyelesaian. Biarpun kata-kata penting untuk diutarakan, tetapi tindakan amat lebih penting dibanding perdebatan. Kini rakyat sedang menunggu tindakan tegas dari pemimpinnya itu. Bukan kata-kata yang bersifat retoris.

Oleh Djoko Suud Sukahar: pemerhati budaya, tinggal di Jakarta.
Sumber : detik.com)

>>Selanjutnya..!

27 Agustus 2009

Museum Prabu Geusan Ulun

Museum Prabu Geusan Ulun berdiri di sekitar kompleks kantor Pemkab Sumedang. Museum ini termasuk terlengkap di Jawa Barat, kecuali Banten dan Cirebon. Gedung tua ini berarsitektur Sunda dengan ornamen kayu jati. Di dalamnya terpajang warisan budaya leluhur, mulai abad ke-15 hingga abad ke-19 Masehi atau sejak zaman kerajaan Sumedang Larang hingga masa penjajahan Belanda.

Benda-benda cagar budaya yang disimpan dalam gedung ini lumayan banyak dan kerap mengundang perhatian masyarakat luas. Misalnya ada gamelan tua sebanyak 7 set, dan benda-benda pusaka leluhur Sumedang. Riwayat gamelan-gamelan itu selain buatan daerah Sumedang, ada pula yang dibuat semasa Kerajaan Mataram. Benda lain yang juga menyedot daya tarik adalah Mahkota Binokasih.

Mahkota ini selalu menjadi magnet pengunjung lantaran kandungan histori yang dipendamnya. Pada 1578, Mahkota Binokasih merupakan saksi bisu penobatan Prabu Geusan Ulun menjadi Raja Sumedanglarang tahun 1578. Sekaligus sebagai bukti eksistensi kerajaan Pajajaran karena mahkota itu peninggalan Pajajaran terakhir sebelum runtuh oleh Banten.

Bahkan pada masa lalu, mahkota ini sering dipakai untuk upacara pernikahan putra-putri tokoh Sumedang. Sebut saja Hayono Isman, mantan Menpora era Soeharto, adalah orang terakhir yang mengenakan mahkota ini saat menikah. Petugas Museum Prabu Geusan Ulun, Abdul Syukur (45), menceritakan bila mahkota Bikokasih seperti memiliki tuah tertentu. Misalnya melanggengkan hubungan suami istri.

Selain itu, juga terdapat keris milik Prabu Geusan Ulun, Panunggal Naga, dan keris milik Pangeran Kornel (Pangeran Kusumadinata IX), Nagasasra yang dipakai beliau saat berjabat tangan dengan Daendels dalam peristiwa Sadas Pangeran tahun 1811.
Menurut Abdul Syukur, sejarah berdirinya Museum Prabu Geusan Ulun dilatarbelakangi lahirnya Yayasan Pangeran Aria Atmaja (YPSA) tahun 1950 yang kemudian diubah menjadi Museum Pangeran Sumedang tahun 1955.

Geusan Ulun

Nama Geusan Ulun diambil dari tokoh sejarah yang kharismatik dan berjasa dalam menyebarkan agama Islam di wilayah bekas Pajajaran yang masuk ke wilayah Sumedanglarang. Museum yang terletak di jantung Kota Sumedang, berusia hampir tiga ratus tahun. Museum masih tampak utuh dan kokoh berdiri di sebelah gedung Negara yang juga kediaman resmi keluarga Bupati Sumedang. Gedung Negara ini dibangun pada pertengahan abad ke-19 pada masa pemerintahan Pangeran Sugih.

Sejak berdirinya sampai sekarang, Museum Prabu Geusan Ulun memiliki 6 buah gedung, dengan luas lahan 1,8 hektare dan dikelilingi benteng setinggi 3 meter. Di antaranya, Gedung Srimanganti, didirikan tahun 1706 oleh Bupati Dalem Adipati Tanujaya yang memindahkan pusat kota kabupaten dari Tegal Kalong ke tempat ini.

Hingga tahun 1950, Gedung Srimanganti menjadi kediaman resmi bupati atau keluarganya dan antara tahun 1950 sampai 1981 dipergunakan Kantor Pemda Sumedang serta pernah mengalami pemugaran bersamaan gedung Bumi Kaler, tahun 1982. Setelah itu, Srimanganti diserahkan kepada Yayasan Pangeran Sumedang oleh Direktur Kebudayaan Depdikbud masa itu. Gedung Srimanganti dan Bumi Kaler, sebelumnya masuk dalam Monumenter Ordonantie tahun 1931 sebagai benda Cagar Budaya.

Dalam gedung ini disimpan cukup banyak koleksi benda sejarah, antara lain Meriam Kalantaka peninggalan kompeni tahun 1656, Gamelan Panglipur peninggalan Pangeran Rangga Gede tahun 1625-1633, Gamelan Pangasih peninggalan Pangeran Kornel (1791-1828), serta Gamelan Sari Arum peninggalan Pangeran Sugih (1836-1882). Sementara itu, Gedung Bumi Kaler yang didirikan tahun 1850 atau masa pemerintahan Pangeran Kusumah Adinata (Pangeran Sugih) 1836-1882, dipergunakan sebagai tempat kediaman Bupati Sumedang.

Bentuk arsitektur khas sunda berupa Julang Napak, dibuat pada umumnya dari bahan kayu jati. Di dalam gedung ini disimpan, antara lain kitab/naskah kuno terdiri Alquran tulisan tangan abad 19, Kitab Waruga Jagat awal abad ke-18, serta Kitab Riwayat abad ke-19 dan huruf pegon. Selain kitab itu, juga kumpulan koleksi uang dalam dan luar negeri, puade, tempat anak dikhitan abad 19, Payung Kebesaran abad ke-17,18, dan 19, jam berdiri, peninggalan Pengeran Suria Atmaja, buku-buku di ruang perpustakaan.

Sementara itu, Gedung Gamelan juga didirikan tahun 1973 sumbangan dari Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta masa itu. Oleh Pemda diserahkan YPS dan kemudian digunakan menyimpan sebagian gamelan serta alat musik tradisional lainnya, selain digunakan tempat latihan tari-tarian. Di dalamnya tersimpan 10 unit gamelan, di antaranya Gamelan Sari Oneng Parakan Salak abad ke-19, pernah dibawa pameran di Amsterdam tahun 1883, di Paris 1889, dan Chicago 1893. Kemudian Gamelan Sari Oneng Mataram, abad ke-17 peninggalan Pangeran Penambahan, serta sejumlah gamelan lain abad ke-18.

Gedung lainnya, yakni gedung Gedeng yang pada mulanya dibangun pada tahun 1850 oleh Pangeran Suria Kusumah Adinata, digunakan menyimpan pusaka, senjata-senjata leluhur, dan gamelan peninggalan masa lalu. Gedung Gedeng juga sempat dipugar pada tahun 1950, tapi fungsinya masih tetap untuk menyimpan pusaka leluhur. Baru kemudian, pada tahun 1990 dibangun Gedung Pusaka baru sehingga sebagian besar koleksi pusaka dipindahkan ke gedung pusaka yang baru ini. *



>>Selanjutnya..!

Teror Siluman Perempuan

Suasana mencekam landa Desa Arahan Kidul, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Belakangan ini, warga desa itu diteror mahluk gaib menakutkan. Bahkan empat orang sudah jadi korban. Mereka mati dengan kepala terlepas dari jasad. Menurut warga Arahan, mahluk ini sering muncul berwujud perempuan berkemban. Ia berkelebat, lalu hilang dikegelapan. Atau berubah wujud jadi hewan. Siapakah siluman pencabut nyawa ini ? Bagaimana ia memangsa korbannya ?

Ini adalah kisah nyata yang pernah terjadi di muka bumi. Penulis sengaja mengorek kembali file lama tersebut untuk sekadar mengenang, sekaligus menafakuri kebesaran Ilahi. Dan bahwa fenomena “gaib” itu memang ada (Wallahu alam bisshawab)........................

Ketika itu, Kamis, pertengahan Januari 2001, sore. Puluhan pemuda dan orang-orang tua sudah terlihat berjaga-jaga. Mereka berkerumun tepat di depan pos ronda blok Nyi Buyut Biyana. Hanya sekian puluh meter saja dari gudang penggilingan padi milik Pak Kasan. Lima puluh meter dari situ pula, sebidang tanah pemakaman umum desa Arahan Kidul terhampar. Lokasinya hanya dibelah sebuah parit kecil yang berair keruh. Suasana desa kian mencekam saat gelap mulai merayap. Cuaca pun kurang bersahabat. Hujan rintik-rintik mulai turun.

Wajah-wajah yang berkerumun itu memperlihatkan ketegangan. Seperti tengah menanti sesuatu yang entah mereka siap atau tidak untuk menghadapinya. Tapi kebersamaan telah membuat mereka punya nyali. Beberapa diantara mereka ada yang membawa kentungan, tanda yang kerap digunakan untuk roda malam. Yang lainnya ada yang menenteng golok, tongkat kayu dan alat-alat lain yang bisa digunakan untuk memukul. Seakan hendak menghadapi musuh atau perang antar kampung sebagaimana sering terjadi. Dari sudut-sudut kampung, terlihat orang satu persatu datang dan bergabung. Dikerumunan itu tampak Daruni, Kepala Desa Arahan Kidul. Dia terlihat serius bercakap-cakap dengan beberapa orang tua.

Malam mulai merayap. Rumah-rumah penduduk sejak sore sudah tampak benderang. Nyaris tiap sudut kampung diterangi lampu. Tujuannya untuk menekan rasa takut akan kegelapan. Tentu desa Arahan Kidul yang luas tak mungkin seluruhnya dibalut cahaya. Ada bagian-bagian yang gulita. Beberapa keluarga sengaja mengungsikan kaum perempuan dan anak-anak ke rumah tetangga lain. Tetua kampung mewanti-wanti warganya agar berada dalam rumah seorang diri, apalagi berkeliaran dimalam hari. “Khawatir bila terjadi sesuatu,” begitu amar pesannya.

Korban Nyawa

Tepat pukul 7 malam, wajah-wajah kerumunan itu semakin tegang. Tak banyak bicara. Mereka memang menanti datangnya sesuatu yagn sulit dijelaskan logika sehat. Tiada lain, kemunculan siluman perempuan pembawa maut. Siapa sesungguhnya mahluk gaib penebar kematian ini ? Warga Arahan tak kuasa menjelaskan. Namun banyak yang menyaksikan bila wujud asli mahluk ini adalah perempuan bertubuh seksi.

Ketika muncul, siluman ini hanya mengenakan kain yang menutupi lutut hingga payudara (kemban). Sayang, mereka tidak pernah berhasil melihat wajah perempuan siluman ini. ‘Wajahnya nda kelihatan, soalnya kalau kepergok dia langsung terbang,” tutur Parno (30), warga Arahan yang pernah melihat penampakan siluman ini. “Tapi melihat bentuk badannya, saya perkirakan wajahnya pasti cantik,” semburnya.

Seperti dituturkan warga, ada orang pintar asal Tasikmalaya yang mengatakan bila siluman perempuan ini sebenarnya manusia biasa. Namun dia tengah menuntut ilmu pesugihan. Yakni sebuah ilmu untuk mencari kekayaan dan kesaktian, dengan cara menjadi sekutu setan. Dan untuk menyelesaikan prosesi menuntut ilmunya itu, dia harus mendapatkan menyerahkan korban-korban sebagai tumbal. Korban-korbannya ini adalah manusia. Tepatnya kepala manusia. Siluman ini tak peduli tumbalnya lelaki atau perempuan, baik tua ataupun muda.

Atas informasi dari orang pintar inilah warga Arahan setiap malam keluar rumah untuk meronda. Mengusir penebar teorr dan menekan jatuhnya korban. Mereka bahkan berupaya meringkus mahluk laknat itu. “Kalau dapat, pasti sudah kami bakar,” tandas Casman, warga Arahan Kidul, dengan wajah emosi meski tak bisa menyembunyikan gurat-gurat ketakutan.

Memang begitulah kenyataannya. Di desa ini sudah empat orang meninggal dunia secara beruntun. Mereka diduga kuat sebagai korban perempuan siluman. Mereka adalah Wikat (60), Darja (60), Kuraeni (20) dan Harjana (45). Semula, kematian Darja, korban peretama, dianggap wajar saja. Bukankah kematian sudah takdir Yang Maha Kuasa ? Tapi, gejala aneh kemudian tercium. Pertama, Darja meninggal tanpa sebab yang pasti, padahal fisiknya dalam keadaan sehat walafiat, tak kurang suatu apapun.

Kedua, saat mati wajah Dirja tampak pucat pasi dan matanya melotot. Seperti habis melihat sesuatu yang mengerikan. Dan ketiga, pasca-kematiannya, tiap malam selalu terdengar bunyi burung hantu. Padahal, sejak puluhan tahun, bahkan mungkin sejak desa ini ada, tak pernah seorang pun warga mendengar suara burung hantu semacam itu. Suaranya benar-benar menakutkan. Seperti bakal terjadi sesuatu.

Ternyata benar saja. Empat hari setelah kematian Dirja, Kuraeni, meninggal dunia. Kematian ibu muda ini lebih tidak wajar. Ia juga mati mendadak. Apalagi Mayang (7), anak perempuan Kuraeni, sepontan berceloteh bila sehari sebelum ibunya meninggal, ia melihatkepala sang ibu berada di atas meja tamu. Hanya saja, kata Mayang seperti disampaikan kepada famili Kuraeni, di wajah ibunya itu terlihat sebuah tahi lalat besar. Padahal semasa hidup, semua orang tahu bila Kuraeni tidak memiliki tahi lalat. “Rasanya tidak mungkin anak sekecil itu bicara aneh-aneh. Apalagi dalam suasana berduka seperti itu,” tutur Abdul Manan (72), tokoh masyarakat Arahan Kidul.

Cerita Mayang ini kemudian menyebar luas ke antero desa. Orang-orang mulai dihinggapi rasa cemas. Apalagi setiap menjelang malam, warga selalu mendengar suara burung hantu. Yang jelas-jelas tak pernah mereka dengar selama ini. Herannya, suara itupun tak jelas arah rimbanya. Alih-alih suara itu terdengar sayup dari arah pekuburan. Namun sesekali burung itu berbunyi dari salah satu sudut kampung. Dan begitulah seterusnya, dalam waktu 40 hari, dua warga desa meninggal susul menyusul. Mereka adalah Wikat (60), mantan Kuwu Arahan Kidul dan Hardjana (60).

Selalu Lolos

Begitulah suasana desa yang berjarak 25 km dari Indramayu ini. Sejak kematian empat warga, setiap malam digalakkan ronda kampung. Hampir semua pemud adesa dan juga orang-orang tua di kampung turun ronda. Mereka berkumpul dulu di pos ronda depan penggilingan padi milik pak Kasan. Di tempat itu, mereka menunggu isyarat-isyarat. Semisal suara burung hantu, atau bunyi-bunyian lain yang mencurigakan. Bila mendengar tanda-tanda semacam itu, mereka memecah diri dalam beberapa kelompok dan bergerak keliling kampung. Kepala Desa Arahan Kidul, Daruni, memimpin langsung “operasi” tersebut.

Soal bunyi burung hantu, konon merupakan tanda yang sering terdengar bila siluman perempuan akan muncul. Menurut Casman, warga yang pernah melihat penampakan siluman perempuan ini, beberapa saat setelah muncul, siluman ini kemudian berubah wujud. Terkadang menjadi babi, kucing, atau binatang ternak lainnya. “Bayangkan, mana mungkin di jaman seperti ini ada seekor babi berkeliaran di tengah kampung. Itu pasti binatang jadi-jadian,” tutur Casman.

Memang, semula banyak warga yagn tak percaya soal mahluk jadi-jadian ini. Tapi setelah melihat dengan mata kepala sendiri, akhirnya mereka percaya. Apalagi setelah adanya empat korban meninggal. Itu juga yang membuat tekad warga semakin kuat untuk dapat meringkus siluman ini. Tindakan yang mereka lakukan tak sebatas ronda malam. Sebab selama ini, hasilnya nihil. Mereka juga melakukan upaya lain. Misalnya melaporkan perkara munculnya mahluk gaib ini kepada Camat, pihak Polres Indramayu, bahkan berkirim surat ke Bupati. “Pak Camat sendiri pernah datang ke desa ini untuk mennangkan warga dan memberi dorongan moral. Tapi tetap saja ketakutan itu tidak bisa hilang,” ujar Abdul Manan, tokoh masyarakat.

Tidak cuma itu saja. Upaya lain pun mereka lakukan. Salah satunya mencari dukun-dukun atua orang pintar spesialis pemburu hantu. Beberapa utusan warga dikirim untuk mencari orang pintar di Tasikmalaya dan Cirebon. Dari orang pintar ini didapat informasi bila yang melakukan serangkaian teror di desanya adalah seorang perempuan yang tinggalnya tidak jauh dari Desa Arahan Kidul. Dia memang menghendaki kematian beberapa warga, untuk dijadikan tumbal.

Pengusiran mahluk ini juga dilakukan orang pintar dari jarak jauh. Yakni dengan mengirimkan energi-energi ke desa, sekaligus memasang pagar gaib. Upaya ronda kampung sendiri nyaris membuahkan hasil. Dalam beberapa kesempatan, mereka berhasil melakukan pengepungan. Tapi mahluk ini selalu dapat meloloskan diri. Dia berkelebat di antara pepohonan, lalu raib. Atau terkadang langsung berubah wujud menjadi seekor anjing. Namun ketika dikejar, dia menghilang.

Untunglah belakangan ini warga mulai sedikit lega. Teror perempuan siluman ini mulai berkurang. Apalagi sejak santri-santri pengajian dari Perguruan Silat Putra Setia pimpinan Ustad Yusuf Ismail, turut diterjunkan untuk mengusir mahluk gaib ini. Nyaris teror siluman tak pernah terdengar lagi. Tapi sisa-sisa kewaspadaan itu masih tampak. Misalnya kita saksikan hampir di tiap rumah, terlihat petikan atau lembaran ayat suci Alquran di tempel di dinding atau jendela. ***

Riwayat Desa Arahan Kidul



LDesa Arahan Kidul-Bangkir, Kecamatan Arahan, Indramayu, termasuk desa yang memiliki riwayat panjang. Desa ini terbentuk beberapa abad lampau. Jejaknya mengarah pada satu nama tokoh Nyi Buyut Biyana. Ia adalah tokoh sakti yang embuka desa ini seorang diri dengan cara membakar hutan. Tokoh ini dimakamkan tepat di tengha-tengah desa. Makamnya pun dikeramatkan. Siapa sebenarnya tokoh ini ?

Sejak heboh kemunculan siluman pencabut nyawa, Desa Arahan Kidul selalu jadi bahan perbincangan banyak orang. Dan bila merunut ke belakang, ternyata desa ini meninggalkan garis sejarah yang panjang. Tapak sejarah itupun menunjuk sebuah makam tua yang begitu dikeramatkan warga. Itulah makam Nyi Buyut Biyana, pendiri desa yang kono berasal dari Kerajaan majapahit. Anehnya, meski makamnya dikeramatkan orang, tapi tak ada yagn beranir menziarahi. Apalagi sampai meminta macam-macam kepada penghuni kubur.

Menurut cerita dari mulut kemulut, dulu, blok Arahan Kidul adalah daerah yang angker. Di daerah ini pernah mengalir sebuah sungai bernama Cidempet. Sungai ini menginduk ke sungai cimanuk yang berair deras. Sekarang sungai Cidempet sudah kering dan rata dengan tanah. Tokoh-tokoh daerah in, pada masa itu selain Nyi Buyut Biyana adalah Ki Buyut Santri, Ki Buyut Samin, Ki Buyut Bali, Ki Buyut Madujaya, dan Ki Buyut Muslim. Mereka begitu dikenal karena semasa hidup selalu menebar kebaikan.

Seperti diceritakan Abdul Manan, tokoh desa, dulunya daerah ini banyak bergentayangan roh-roh halus. Hal ini disebabkan kedekatannya dengan kompleks pemakaman umum Cukul. Memang, roh-roh itu tidak menganggu warga. Tapi kemunculannya secara fisik, sering membuat orang lari terbirit-birit.

Tahun 1950-an, pernah terjadi peristiwa aneh. Salah satu bagian di kompleks pemakaman Cukul pernah ambrol ke dalam tanah. Beberapa makam terlihat amblas. Anehnya, ada sebuah makam yang penghuninya sesosok mayat terbungkus kain kafan robek-robek. Ia tengah duduk bersila. Oleh juru kunci makam, kuburan itu ditimbun lagi dengan tanah. Peristiwa ini pun sangat menggemparkan warga ketika itu.

Nyi Buyut Biyana

Siapa sebenarnya tokoh yang satu ini ? Dia adalah pendiri desa Arahan. Ia seorang yang memiliki kesaktian luar biasa. Menurut cerita orang-orang tua di sana, Nyi Buyut Biyana berasal dari Kerajaan majapahit. Ia lalu hijrah ke daerah arahan dan membuka kampung dengan cara yang aneh. Ia menunggang kuda sambil tangannya menebangi pohon-pohon. Setelah itu ia membakarnya. Semua dikerjakan seorang diri. Lama kelamaan, kampung semakin ramai dan menjadi desa. Sehingga dikenallah nama blok Nyi Buyut Biyana. Sampai akhir hayat, tokoh ini dimakamkan di desa Arahan Kidul.

Konon, pada waktu-waktu tertentu, dari kuburan Nyi Buyut Biyana sering keluar sinar terang. Atas kejadian-kejadian aneh itu, maka makam Nyi Buyut Biyana dikeramatkan orang. Tapi anehnya, meski dikeramatkan, kuburannya jarang diziarahi. Meski begitu, makam sang tokoh tetap dipelihara warga. Sekelilingnya diberi pagar tembok dan atasnya dikasih cungkup.

Menurut keterangan warga, makam Nyi Buyut Biyana berada tepat di tengha-tengah desa. Bahkan ada yang bilang jika makam ini sebaga pancernya (pusat) Desa Arahan. Sebuah makam keramat, sudah lazim terlihat banyak diziarahi. Anehnya, makam Nyi Buyut Biyana tak pernah diziarahi. Apalagi sengaja orang sampai nginap dimakam itu untuk mencari berkah. Dulu, pernah ada orang yagn tidur di mkam Nyi Buyut Biyana untuk maksud tertentu. Namun tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba saja orang itu terlempar ke semak-semak di sektiar makam. Sejak itulah orang tak berani macam-macam di kuburan ini.

Kejadian lain, pernah ada beberapa warga mengkoordinir untuk perbaikan makam. Ia memintai sumbangan kepada warga. Tapi setelah terkumpul, uang itu malah dibawa kabur ke Jakarta. Nah, saat dalam perjalanan, orang-orang ini mengalami kecelakaan dan semuanya tewas. Namun, meski ada juga yang menziarahi, kebanyakan dilakukan bulan Oktober setiap tahun. Ketika itulah ratusan orang silih berganti berziarah. ***



>>Selanjutnya..!

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP