27 Agustus 2009

Teror Siluman Perempuan

Suasana mencekam landa Desa Arahan Kidul, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Belakangan ini, warga desa itu diteror mahluk gaib menakutkan. Bahkan empat orang sudah jadi korban. Mereka mati dengan kepala terlepas dari jasad. Menurut warga Arahan, mahluk ini sering muncul berwujud perempuan berkemban. Ia berkelebat, lalu hilang dikegelapan. Atau berubah wujud jadi hewan. Siapakah siluman pencabut nyawa ini ? Bagaimana ia memangsa korbannya ?

Ini adalah kisah nyata yang pernah terjadi di muka bumi. Penulis sengaja mengorek kembali file lama tersebut untuk sekadar mengenang, sekaligus menafakuri kebesaran Ilahi. Dan bahwa fenomena “gaib” itu memang ada (Wallahu alam bisshawab)........................

Ketika itu, Kamis, pertengahan Januari 2001, sore. Puluhan pemuda dan orang-orang tua sudah terlihat berjaga-jaga. Mereka berkerumun tepat di depan pos ronda blok Nyi Buyut Biyana. Hanya sekian puluh meter saja dari gudang penggilingan padi milik Pak Kasan. Lima puluh meter dari situ pula, sebidang tanah pemakaman umum desa Arahan Kidul terhampar. Lokasinya hanya dibelah sebuah parit kecil yang berair keruh. Suasana desa kian mencekam saat gelap mulai merayap. Cuaca pun kurang bersahabat. Hujan rintik-rintik mulai turun.

Wajah-wajah yang berkerumun itu memperlihatkan ketegangan. Seperti tengah menanti sesuatu yang entah mereka siap atau tidak untuk menghadapinya. Tapi kebersamaan telah membuat mereka punya nyali. Beberapa diantara mereka ada yang membawa kentungan, tanda yang kerap digunakan untuk roda malam. Yang lainnya ada yang menenteng golok, tongkat kayu dan alat-alat lain yang bisa digunakan untuk memukul. Seakan hendak menghadapi musuh atau perang antar kampung sebagaimana sering terjadi. Dari sudut-sudut kampung, terlihat orang satu persatu datang dan bergabung. Dikerumunan itu tampak Daruni, Kepala Desa Arahan Kidul. Dia terlihat serius bercakap-cakap dengan beberapa orang tua.

Malam mulai merayap. Rumah-rumah penduduk sejak sore sudah tampak benderang. Nyaris tiap sudut kampung diterangi lampu. Tujuannya untuk menekan rasa takut akan kegelapan. Tentu desa Arahan Kidul yang luas tak mungkin seluruhnya dibalut cahaya. Ada bagian-bagian yang gulita. Beberapa keluarga sengaja mengungsikan kaum perempuan dan anak-anak ke rumah tetangga lain. Tetua kampung mewanti-wanti warganya agar berada dalam rumah seorang diri, apalagi berkeliaran dimalam hari. “Khawatir bila terjadi sesuatu,” begitu amar pesannya.

Korban Nyawa

Tepat pukul 7 malam, wajah-wajah kerumunan itu semakin tegang. Tak banyak bicara. Mereka memang menanti datangnya sesuatu yagn sulit dijelaskan logika sehat. Tiada lain, kemunculan siluman perempuan pembawa maut. Siapa sesungguhnya mahluk gaib penebar kematian ini ? Warga Arahan tak kuasa menjelaskan. Namun banyak yang menyaksikan bila wujud asli mahluk ini adalah perempuan bertubuh seksi.

Ketika muncul, siluman ini hanya mengenakan kain yang menutupi lutut hingga payudara (kemban). Sayang, mereka tidak pernah berhasil melihat wajah perempuan siluman ini. ‘Wajahnya nda kelihatan, soalnya kalau kepergok dia langsung terbang,” tutur Parno (30), warga Arahan yang pernah melihat penampakan siluman ini. “Tapi melihat bentuk badannya, saya perkirakan wajahnya pasti cantik,” semburnya.

Seperti dituturkan warga, ada orang pintar asal Tasikmalaya yang mengatakan bila siluman perempuan ini sebenarnya manusia biasa. Namun dia tengah menuntut ilmu pesugihan. Yakni sebuah ilmu untuk mencari kekayaan dan kesaktian, dengan cara menjadi sekutu setan. Dan untuk menyelesaikan prosesi menuntut ilmunya itu, dia harus mendapatkan menyerahkan korban-korban sebagai tumbal. Korban-korbannya ini adalah manusia. Tepatnya kepala manusia. Siluman ini tak peduli tumbalnya lelaki atau perempuan, baik tua ataupun muda.

Atas informasi dari orang pintar inilah warga Arahan setiap malam keluar rumah untuk meronda. Mengusir penebar teorr dan menekan jatuhnya korban. Mereka bahkan berupaya meringkus mahluk laknat itu. “Kalau dapat, pasti sudah kami bakar,” tandas Casman, warga Arahan Kidul, dengan wajah emosi meski tak bisa menyembunyikan gurat-gurat ketakutan.

Memang begitulah kenyataannya. Di desa ini sudah empat orang meninggal dunia secara beruntun. Mereka diduga kuat sebagai korban perempuan siluman. Mereka adalah Wikat (60), Darja (60), Kuraeni (20) dan Harjana (45). Semula, kematian Darja, korban peretama, dianggap wajar saja. Bukankah kematian sudah takdir Yang Maha Kuasa ? Tapi, gejala aneh kemudian tercium. Pertama, Darja meninggal tanpa sebab yang pasti, padahal fisiknya dalam keadaan sehat walafiat, tak kurang suatu apapun.

Kedua, saat mati wajah Dirja tampak pucat pasi dan matanya melotot. Seperti habis melihat sesuatu yang mengerikan. Dan ketiga, pasca-kematiannya, tiap malam selalu terdengar bunyi burung hantu. Padahal, sejak puluhan tahun, bahkan mungkin sejak desa ini ada, tak pernah seorang pun warga mendengar suara burung hantu semacam itu. Suaranya benar-benar menakutkan. Seperti bakal terjadi sesuatu.

Ternyata benar saja. Empat hari setelah kematian Dirja, Kuraeni, meninggal dunia. Kematian ibu muda ini lebih tidak wajar. Ia juga mati mendadak. Apalagi Mayang (7), anak perempuan Kuraeni, sepontan berceloteh bila sehari sebelum ibunya meninggal, ia melihatkepala sang ibu berada di atas meja tamu. Hanya saja, kata Mayang seperti disampaikan kepada famili Kuraeni, di wajah ibunya itu terlihat sebuah tahi lalat besar. Padahal semasa hidup, semua orang tahu bila Kuraeni tidak memiliki tahi lalat. “Rasanya tidak mungkin anak sekecil itu bicara aneh-aneh. Apalagi dalam suasana berduka seperti itu,” tutur Abdul Manan (72), tokoh masyarakat Arahan Kidul.

Cerita Mayang ini kemudian menyebar luas ke antero desa. Orang-orang mulai dihinggapi rasa cemas. Apalagi setiap menjelang malam, warga selalu mendengar suara burung hantu. Yang jelas-jelas tak pernah mereka dengar selama ini. Herannya, suara itupun tak jelas arah rimbanya. Alih-alih suara itu terdengar sayup dari arah pekuburan. Namun sesekali burung itu berbunyi dari salah satu sudut kampung. Dan begitulah seterusnya, dalam waktu 40 hari, dua warga desa meninggal susul menyusul. Mereka adalah Wikat (60), mantan Kuwu Arahan Kidul dan Hardjana (60).

Selalu Lolos

Begitulah suasana desa yang berjarak 25 km dari Indramayu ini. Sejak kematian empat warga, setiap malam digalakkan ronda kampung. Hampir semua pemud adesa dan juga orang-orang tua di kampung turun ronda. Mereka berkumpul dulu di pos ronda depan penggilingan padi milik pak Kasan. Di tempat itu, mereka menunggu isyarat-isyarat. Semisal suara burung hantu, atau bunyi-bunyian lain yang mencurigakan. Bila mendengar tanda-tanda semacam itu, mereka memecah diri dalam beberapa kelompok dan bergerak keliling kampung. Kepala Desa Arahan Kidul, Daruni, memimpin langsung “operasi” tersebut.

Soal bunyi burung hantu, konon merupakan tanda yang sering terdengar bila siluman perempuan akan muncul. Menurut Casman, warga yang pernah melihat penampakan siluman perempuan ini, beberapa saat setelah muncul, siluman ini kemudian berubah wujud. Terkadang menjadi babi, kucing, atau binatang ternak lainnya. “Bayangkan, mana mungkin di jaman seperti ini ada seekor babi berkeliaran di tengah kampung. Itu pasti binatang jadi-jadian,” tutur Casman.

Memang, semula banyak warga yagn tak percaya soal mahluk jadi-jadian ini. Tapi setelah melihat dengan mata kepala sendiri, akhirnya mereka percaya. Apalagi setelah adanya empat korban meninggal. Itu juga yang membuat tekad warga semakin kuat untuk dapat meringkus siluman ini. Tindakan yang mereka lakukan tak sebatas ronda malam. Sebab selama ini, hasilnya nihil. Mereka juga melakukan upaya lain. Misalnya melaporkan perkara munculnya mahluk gaib ini kepada Camat, pihak Polres Indramayu, bahkan berkirim surat ke Bupati. “Pak Camat sendiri pernah datang ke desa ini untuk mennangkan warga dan memberi dorongan moral. Tapi tetap saja ketakutan itu tidak bisa hilang,” ujar Abdul Manan, tokoh masyarakat.

Tidak cuma itu saja. Upaya lain pun mereka lakukan. Salah satunya mencari dukun-dukun atua orang pintar spesialis pemburu hantu. Beberapa utusan warga dikirim untuk mencari orang pintar di Tasikmalaya dan Cirebon. Dari orang pintar ini didapat informasi bila yang melakukan serangkaian teror di desanya adalah seorang perempuan yang tinggalnya tidak jauh dari Desa Arahan Kidul. Dia memang menghendaki kematian beberapa warga, untuk dijadikan tumbal.

Pengusiran mahluk ini juga dilakukan orang pintar dari jarak jauh. Yakni dengan mengirimkan energi-energi ke desa, sekaligus memasang pagar gaib. Upaya ronda kampung sendiri nyaris membuahkan hasil. Dalam beberapa kesempatan, mereka berhasil melakukan pengepungan. Tapi mahluk ini selalu dapat meloloskan diri. Dia berkelebat di antara pepohonan, lalu raib. Atau terkadang langsung berubah wujud menjadi seekor anjing. Namun ketika dikejar, dia menghilang.

Untunglah belakangan ini warga mulai sedikit lega. Teror perempuan siluman ini mulai berkurang. Apalagi sejak santri-santri pengajian dari Perguruan Silat Putra Setia pimpinan Ustad Yusuf Ismail, turut diterjunkan untuk mengusir mahluk gaib ini. Nyaris teror siluman tak pernah terdengar lagi. Tapi sisa-sisa kewaspadaan itu masih tampak. Misalnya kita saksikan hampir di tiap rumah, terlihat petikan atau lembaran ayat suci Alquran di tempel di dinding atau jendela. ***

Riwayat Desa Arahan Kidul



LDesa Arahan Kidul-Bangkir, Kecamatan Arahan, Indramayu, termasuk desa yang memiliki riwayat panjang. Desa ini terbentuk beberapa abad lampau. Jejaknya mengarah pada satu nama tokoh Nyi Buyut Biyana. Ia adalah tokoh sakti yang embuka desa ini seorang diri dengan cara membakar hutan. Tokoh ini dimakamkan tepat di tengha-tengah desa. Makamnya pun dikeramatkan. Siapa sebenarnya tokoh ini ?

Sejak heboh kemunculan siluman pencabut nyawa, Desa Arahan Kidul selalu jadi bahan perbincangan banyak orang. Dan bila merunut ke belakang, ternyata desa ini meninggalkan garis sejarah yang panjang. Tapak sejarah itupun menunjuk sebuah makam tua yang begitu dikeramatkan warga. Itulah makam Nyi Buyut Biyana, pendiri desa yang kono berasal dari Kerajaan majapahit. Anehnya, meski makamnya dikeramatkan orang, tapi tak ada yagn beranir menziarahi. Apalagi sampai meminta macam-macam kepada penghuni kubur.

Menurut cerita dari mulut kemulut, dulu, blok Arahan Kidul adalah daerah yang angker. Di daerah ini pernah mengalir sebuah sungai bernama Cidempet. Sungai ini menginduk ke sungai cimanuk yang berair deras. Sekarang sungai Cidempet sudah kering dan rata dengan tanah. Tokoh-tokoh daerah in, pada masa itu selain Nyi Buyut Biyana adalah Ki Buyut Santri, Ki Buyut Samin, Ki Buyut Bali, Ki Buyut Madujaya, dan Ki Buyut Muslim. Mereka begitu dikenal karena semasa hidup selalu menebar kebaikan.

Seperti diceritakan Abdul Manan, tokoh desa, dulunya daerah ini banyak bergentayangan roh-roh halus. Hal ini disebabkan kedekatannya dengan kompleks pemakaman umum Cukul. Memang, roh-roh itu tidak menganggu warga. Tapi kemunculannya secara fisik, sering membuat orang lari terbirit-birit.

Tahun 1950-an, pernah terjadi peristiwa aneh. Salah satu bagian di kompleks pemakaman Cukul pernah ambrol ke dalam tanah. Beberapa makam terlihat amblas. Anehnya, ada sebuah makam yang penghuninya sesosok mayat terbungkus kain kafan robek-robek. Ia tengah duduk bersila. Oleh juru kunci makam, kuburan itu ditimbun lagi dengan tanah. Peristiwa ini pun sangat menggemparkan warga ketika itu.

Nyi Buyut Biyana

Siapa sebenarnya tokoh yang satu ini ? Dia adalah pendiri desa Arahan. Ia seorang yang memiliki kesaktian luar biasa. Menurut cerita orang-orang tua di sana, Nyi Buyut Biyana berasal dari Kerajaan majapahit. Ia lalu hijrah ke daerah arahan dan membuka kampung dengan cara yang aneh. Ia menunggang kuda sambil tangannya menebangi pohon-pohon. Setelah itu ia membakarnya. Semua dikerjakan seorang diri. Lama kelamaan, kampung semakin ramai dan menjadi desa. Sehingga dikenallah nama blok Nyi Buyut Biyana. Sampai akhir hayat, tokoh ini dimakamkan di desa Arahan Kidul.

Konon, pada waktu-waktu tertentu, dari kuburan Nyi Buyut Biyana sering keluar sinar terang. Atas kejadian-kejadian aneh itu, maka makam Nyi Buyut Biyana dikeramatkan orang. Tapi anehnya, meski dikeramatkan, kuburannya jarang diziarahi. Meski begitu, makam sang tokoh tetap dipelihara warga. Sekelilingnya diberi pagar tembok dan atasnya dikasih cungkup.

Menurut keterangan warga, makam Nyi Buyut Biyana berada tepat di tengha-tengah desa. Bahkan ada yang bilang jika makam ini sebaga pancernya (pusat) Desa Arahan. Sebuah makam keramat, sudah lazim terlihat banyak diziarahi. Anehnya, makam Nyi Buyut Biyana tak pernah diziarahi. Apalagi sengaja orang sampai nginap dimakam itu untuk mencari berkah. Dulu, pernah ada orang yagn tidur di mkam Nyi Buyut Biyana untuk maksud tertentu. Namun tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba saja orang itu terlempar ke semak-semak di sektiar makam. Sejak itulah orang tak berani macam-macam di kuburan ini.

Kejadian lain, pernah ada beberapa warga mengkoordinir untuk perbaikan makam. Ia memintai sumbangan kepada warga. Tapi setelah terkumpul, uang itu malah dibawa kabur ke Jakarta. Nah, saat dalam perjalanan, orang-orang ini mengalami kecelakaan dan semuanya tewas. Namun, meski ada juga yang menziarahi, kebanyakan dilakukan bulan Oktober setiap tahun. Ketika itulah ratusan orang silih berganti berziarah. ***



0 komentar:

Posting Komentar

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP