17 Agustus 2009

Keunikan Masjid Jami Attaibin

Mesjid Jami Attaibin seakan tenggelam oleh gemerlap gedung-gedung pencakar langit di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Meski begitu, kesejukan masjid ini kian terasa. Di sinilah para pegawai gedung-gedung itu sembahyang. Lingkungannya yang asri, menambah kekhusukan ibadah. Inilah masjid yang didirikan ditengah berkecamuknya revolusi menentang penjajah Belanda.

Secara geografis, Masjid Jami Attaibin terletak di Jalan Senen Raya IV, Kelurahan Senen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Tepat di kaki megahnya komplek kondominium modern di tengah kota Jakarta. Antara lain apartemen Allson, komplek perkantoran Menara Era dan Aston Atrium Hotel, dan keramaian terminal Senen.

Menurut fisiknya, masjid Attaibin terletak di atas tanah seluas 711 m. Bangunannya berbentuk persegi panjang berukuran 25 X 20 m. Lantainya terbuat dari marmer dan berdinding tembok. Atapnya dari genteng dengan kerangka tumpang dua yang menghadap utara. Sejak masjid ini dibangun tahun 1815, belum ada sedikit pun perubahan arsitekturnya. Semua masih asli dan terjaga keutuhannya. Keaslian terlihat dari empat buah tiang penyangga bangunan. Tiang ini terbuat dari kayu bulat tanpa sambungan setinggi 13 meter. Ia berjejer memanjang yang berhiaskan bunga dan relief kaligrafi.

Di sisi sebelah barat terdapat mihrab yang menjorok keluar. Di situ terdapat sebuah mimbar yang unik. Mimbar terbuat dari kayu jati berukuran 2 X 1,2 meter dengan tinggi 3 meter. Pada mimbar terdapat tiga anak tangga terbuat dari batu marmer. Melihat mimbar seperti ini, mengingatkan kita pada kekhasan masjid buatan para wali. Seperti masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon yang dibuat oleh Sunan Gunung Jati.

Masjid Perjuangan

Masjid ini memiliki arsitektur perpaduan gaya Eropa dan Indonesia. Kondisi itu bisa dimaklumi, sebab masjid ini didirikan persis ketika kolonial Belanda berkuasa. Tak heran, corak arsitektur bangunan gaya negeri Kincir Angin itu turut mewarnai.

Awalnya, masjid ini didirikan oleh para pedagang muslim Pasar Senen sekitar tahun 1815. Ketika itu, mereka merasa perlu sebuah tempat untuk ibadah. Sementara di sekitar kawasan Senen, tak ada satupun tempat ibadah itu. maka, di bangunlah Masjid Jami Attaibin, atas prakarsa mereka sendiri dan dengan dana swadaya.

Dari data historis, masjid ini memiliki spirit perjuangan yang tinggi. Sebab didirikan tepat ketika terjadi revolusi merebut kemerdekaan dari tangan Belanda bergelora. Para pedagang pasar Senen yang benci kepada penjajah Belanda, memberi dukungan logistik kepada para pejuang. Dan masjid Attaibin menjadi markas dukungan tersebut.

Di masjid ini pula para pejuang berkumpul dan mendapat siraman rohani. Tak heran, setelah keluar dari masjid ini, semangat juang mereka semakin menyala-nyala. Pada awal dibangun, masjid ini diberi nama Masjid Kampung Besar. Masjid ini menjadi tempat menyusun strategi menghadapi kekuatan belanda. Khususnya dalam pertempuran Senen, Tanah Tinggi dan Keramat. ***

0 komentar:

Posting Komentar

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP