09 Agustus 2009

Isa Almasih From Cirebon

Orang mengaku nabi kembali muncul. Kali ini terjadi di Cirebon. Seorang pria gondrong berjanggut lebat, mengaku sebagai nabi Isa Al Masih. Pengakuan itu ia proklamirkan melalui secarik kertas yang berisi pengumuman menerima zakat. Namun belum sempat pengakuan menggegerkan tersebut tersebar luas, unsur Muspika setempat segera menentangnya.

Tersebutlah seorang pria bernama Ivan Santosa (35). Ia adalah warga warga Perum Permata Harjamukti blok C8 No 18, RT 1/14, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Cirebon. Ivan terang-terangan mengaku nabi Isa Almasih putera Maryam. Pengakuan nyeleneh itu, memang tidak langsung ia proklamirkan di depan khalayak. Namun sejak beberapa waktu belakangan ini, warga di kompleknya melihat satu kejanggalan.

Kegegeran bermula dari beredarnya selebaran berisi pengumuman adanya seseorang yang bersedia menjadi amil zakat di komplek tersebut. Namun amil zakat dimaksud bukanlah sebuah badan ataupun lembaga khusus. Melainkan pribadi seorang warga bernama Ivan Santoso. Melalui selebaran itu, Ivan menerangkan niatnya untuk mengelola zakat dari umat secara baik dan benar.

Ia merasa selama ini lembaga amil zakat resmi tidak becus kinerjanya. Selama ini, terang Ivan, konsep amil zakat yang diterapkan di Indonesia tidak sesuai dengan Alquran. “Amil zakat di negara ini keliru, karenanya saya ingin buat amil zakat sendiri. Tidak masalah sendirian juga. Amil zakat yang ada sekarang tidak sesuai dengan tuntunan Alquran, masa zakat hanya 2,5 persen dipukul rata baik buat yang kaya maupun miskin. Seharusnya kan tidak begitu,” katanya.

Oleh karena itulah Ivan berinisiatif membuka diri untuk menerima titipan zakat dari umat, khususnya warga yang tinggal di kompleks Perum Permata Harjamukti. Sebagai bentuk keseriusannya itulah Ivan pun membuat selebaran pengumuman. Nah, selebaran inilah yang kemudian menuai masalah.

Sebab selain berisi himbauan agar masyarakat menitipkan zakat kepadainya, dibagian bawah selebaran itu tertera nama amil zakatnya, yakni Nabi Isa Almasih yang tiada lain adalah Ivan Santosa sendiri. Bermula dari selebaran inilah warga komplek mulai tahu bila Ivan yang berambut gondrong dan berjanggut panjang itu mengaku-ngaku sebagai nabi.

Hanya saja, warga tidak serta merta melarang ataupun menentang pengakuannya tersebut. Sebab seperti diakui oleh Anang, Ketua RW setempat, Ivan tidak melakukan perbuatan yang meresahkan. Boleh dikata, Ivan tidak mengganggu warga lain. Sehingga tidak heran hingga beberapa waktu lamanya, warga tidak terlalu ambil pusing oleh pengakuan aneh tersebut. Cerita menjadi lain, ketika Radar Cirebon memblow-up pengakuan nyeleneh Ivan. Dan, Cirebon pun geger.

Dilarang Muspika

Sejak Rabu (29/7), kabar pengakuan Ivan sebagai nabi Isa Almasih mulai menyebar. Beberapa media cetak dan stasiun televisi pun mulai menyiarkan pengakuan tak lazim tersebut. Tak ayal, nama Ivan pun mendadak jadi bahan perbincangan warga komplek. Mereka yang semula acuh tak acuh, kini mulai menaruh perhatian. Kejanggalan ini pun mulai tercium unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (muspika) Harjamukti.

Hanya selang dua hari sejak “kasus” nabi Isa mencuat, Muspika Harjamukti langsung mengambil langkah-langkah preventif. Jumat (31/7) siang, unsur Muspika Harjamukti yang terdiri dari Camat, Kapolsek dan Danramil Kecamatan Harjamukti, serta staf dari Kantor Departemen Agama Kota Cirebon, menjambangi kediaman Ivan di Blok C8 No. 18. Tak hanya itu, tokoh masyarakat setempat pun hadir pula.

Saat itulah Ivan diinterogasi dan dimintai keterangan perihal “pengangkatan” dirinya sebagai Nabi Isa. Seperti dituturkan Anang, Ketua RW 14 yang hadir bersama unsur Muspika, Ivan tidak bisa menjelaskan dasar-dasar pengakuan dirinya sebagai nabi Isa. Bahkan akhirnya Ivan menyadari kekhilafannya. “Saat itu juga Ivan kami minta membuat pernyataan di atas segel, untuk mencabut pernyataannya sebagai Nabi Isa Almasih,” tutur Anang.

Pernyataan Ivan yang difoto copy dan disebarluaskan ke masyarakat itu berisi pencabutan pernyataannya sebagai Isa Almasih. Saat menandatangani pernyataan, Ivan mengaku dalam keadaan sadar dan tidak merasa ada tekanan atau paksaan dari pihak manapun. Diakhir pernyataan, Ivan berjanji siap menerima sanksi hukum bila suatu hari nanti dirinya melakukan hal yang sama.

Meski pengakuannya sebagai nabi “dicekal” unsur Muspika, namun Ivan mengaku tidak kecewa. Dirinya bahkan merasa bersyukur bisa kembali ke jalan yang benar. Ia pun minta diberi kesempatan untuk bisa kembali meramaikan masjid di lingkungannya. Bahkan bila diperlukan, dirinya siap menyampaikan dakwah di masjid itu. “Saya siap berdakwah jika diperlukan,” ujar Ivan, usai menandatangani pernyataan sikapnya.

Di saat yang sama, Satori (62) ayah Ivan serta ibunya, juga diundang untuk mendengar pengakuan Ivan. Satori menyatakan bila anaknya itu telah keliru menerapkan pelajaran agama yang selama ini ditekuninya. Selain itu, sejak di PHK dari pekerjaannya sebagai karyawan Bank BDNI, kondisi rumah tangganya goyah. Lalu sang istri minta cerai dan membawa kedua anaknya. “Sejak itulah kondisi psikologis Ivan labil. Dia jadi sering menyendiri,” Satori menerangkan. (selengkapnya baca POSMO)

Baca juga :
Pengakuan “Nabi” Ivan Santosa


0 komentar:

Posting Komentar

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP