04 Agustus 2009

Gua Rahmatullah Jelegong (2)

Gua Rahmatullah terletak persis 25 meter di bawah pemukiman warga. Gua ini sangat unik karena di dalamnya terdapat puluhan pintu lorong yang bisa menyesatkan siapa saja. Namun, beberapa paranormal dan spiritualis menyebut gua ini cocok untuk olah kebatinan. Selain sangat menguji nyali, kata mereka, daya tarik mistisnya begitu kuat.

Secara fisik, mulut Gua Rahmatullah tak memperlihatkan sesuatu yang istimewa. Tampak muka, mulut gua terlihat biasa-biasa saja. Tapi, kondisi itu seakan menyembunyikan sesuatu yang luar biasa di dalamnya. Mulut gua yang berdiameter tak lebih dari semeter itu, seakan mengecoh ada sesuatu di dalamnya. Bayangkan, orang yang ingin masuk ke dalamnya, harus membungkuk sekitar 14 meter. Bila fisik tidak terlalu prima, kondisi itu cukup melelahkan.

Hanya saja, ada catatan, jangan sekali-kali masuk gua ini tanpa bantuan juru kunci. Pengunjung yang nekat bisa saja tersesat dan tak akan pernah menemukan jalan keluar. Hal itu karena banyaknya anak lorong di dalam gua yang bentuknya mirip dan kerap menjebak. Selain itu, bentukan gua yang terbuat dari pasir sekitar 130 tahun lalu itu kondisinya labil. Bila terdapat getaran yang kuat dari arah atas, tidak tertutup kemungkinan ada bagian-bagian tertentu gua Rahmatullah yang runtuh.

Nah, setelah melewati jalan membungkuk tadi, sesuatu yang luar biasa itu terlihat. Pengunjung akan disuguhi pemandangan menakjubkan. Tampak dua buah mulut gua yang bila ditelisik secara seksama, bentuknya mirip saluran tenggorokan manusia. Maka bila diuraikan, orang yang masuk ke dalam sana, ibarat tengah masuk ke dalam mulut mahluk raksasa.

Di bagian lain, tampak pemandangan bagai tengkorak manusia. “Inilah yang membuat para pengunjung terpesona,” tutur Asep Mawar (45), juru kunci gua Rahmatullah. Pemandangan itu juga sering membuat bulu kuduk merinding. Betapa tidak. Orang yang masuk ke dalam bagian itu, perasaannya bagaikan masuk ke dalam tengkorak. Menyeramkan.

Di salah satu bagian lainnya, juga terdapat sumber mata air yang aneh. Sebab sumber mata air itulah yang sehari-harinya dikonsumsi oleh warga yang tinggal sekitar 25 meter di atas permukaan. Artinya, bila seseorang berani masuk ke dalam sumber air itu, maka ia bisa menembus sumur milik warga dan menyembul di permukaan bumi.

Sinar berkelebat

Seperti dituturkan Ki Engkus Kusumah Somantri, spiritualis hikmah yang menata ulang gua Rahmatullah, gua ini memang memiliki daya tarik mistis yang kuat. Hal itu selain karena letaknya di areal kawasan yang sanget (angker), di sekitar daerah tersebut juga sering terjadi penampakan mahluk halus. Misalnya seringkali ada penampakan hantu perempuan (kuntilanak) yang tengah bergelantungan di bawah pohon huni. “Hantu itu berpakaian serba putih tapi wajahnya tertutup rambutnya yang panjang,” tutur Ki Engkus.

Bukan hanya itu, pada waktu-waktu tertentu, sering pula terlihat anak kecil berkulit hitam legam tengah bermain-main dalam keadaan telanjang bulat. Jelas, hal itu bukanlah sosok anak kecil dari golongan manusia, melainkan sebangsa jin yang menjelma anak kecil tapi bertubuh hitam legam. Menurut beberapa saksi mata, anak kecil itu gerakannya aneh, terkadang meloncat ke sana kemari seperti kutu loncat. Orang awam yang melihatnya pasti akan lari terbirit-birit.

Ki Engkus Kusumah menambahkan, bulan SYawal 1424 lalu, pernah terjadi sesuatu yang di luar kelaziman. Saat itu dirinya tengah melakukan ritual di sekitar mulut gua bersama Mbah Ijum (80), tokoh masyarakat setempat. Tiba-tiba saja melesat cahaya putih bagaikan meteor yang jatuh ke bumi. Setelah ditelusuri, jatuhnya cahaya itu tepat di depan mulut gua Rahmatullah. Tapi setelah di cek, Ki Engkus tak menemukan sesuatu yang ganjil di tempat itu.

Keyakinan adanya energi yang kuat dari dalam gua semakin kuat. Apalagi Ki Engkus pernah mendapat kontak dengan suara gaib yang menyebut sebuah nama, yakni Ki Panglayungan. Suara gaib itu kerap membisiki Ki Engkus untuk minta dibuatkan kopi pahit, bubuy sampe (ubi rebus), gula merah, dan pepes ikan mas. Menurut Ki Engkus, Ki Panglayungan itulah penghuni gua Rahmatullah bersama seekor naga gaib dan maung siluman.

Air murni

Di dalam gua Rahmatullah, ada satu keunikan yang kerap diburu para pencari berkah. Yakni terdapatnya tetesan air yang bening di salah satu bagian gua. Air itu selain bening rasanya dingin dan menyegarkan. Air tersebut bernama Cikahuripan (air kehidupan). Konon, air itu bisa dipergunakan untuk mengobati banyak penyakit setelah diberi jampir-jampi dan doa-doa penyembuh. Penyakit seperti rematik, asam urat dan lainnya, konon bisa disembuhkan bila Yang Maha Kuasa menghendaki.

Masih menurut Ki Engkus, dengan ijin Allah SWT, air Cikahuripan juga bisa dipergunakan untuk terapi air dingin bagi mereka yang kecanduan narkoba. Hal itu dikarenakan air tersebut murni hasil penyaringan berbagai unsur alam yang terkandung di dalam lapisan luar kulit bumi. “Insya Allah air dingin tersebut bisa untuk menterapi orang yang kecanduan narkotika dan obat-obatan,” ujarnya. (Habis)


0 komentar:

Posting Komentar

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP