19 Juli 2009

Misteri Pohon Tua PT KA Bandung (2)

Di bawah pohon tua di depan kantor pusat PT KA Bandung ini ditemukan pula sebentuk cincin yang aneh. Diperkirakan berusia tua dan bukan cincin sembarangan. Inilah misteri pohon karet itu. Konon, pohon ini pun sering memberi isyarat bakal terjadi kecelakaan kereta api. Benarkah ?

Adalah Kamto (75), petugas parkir di lingkungan PT KA yang menemukan sebentuk cincin di dekat pohon tua. Ia memperkirakan cincin itu sudah berumur lebih dari 3 abad. Mulanya, Kamto amat tertarik untuk mengoleksinya. Bahkan terbersit pula harapan bila cincin ini bisa jadi jimat. Maka setelah dielus-elus, cincin itu dimasukkannya ke dalam saku lain dibawa pulang.

Tetapi, apa yang terjadi? Malam harinya Kamto tak bisa tidur. Sebab ketika tengah malam, Kamto di datangi seorang pria tua berjubah putih. Lelaki tua itu mengaku sebagai pemilik cincin yang ditemukan Kamto di bawah pohon karet. Pria ini lantas minta cincin itu dikembalikan. "Malam itu saya jadi tidak bisa tidur tenang, karena cincinnya masih saya simpan," tutur Kamto.

Esoknya, Kamto mengembalikan cincin itu di tempat semula. Namun beberapa waktu kemudian, kembali Kamto menemukan benda lain di sekitar pohon itu. Karena ingin mengoleksi, kembali Kamto mem¬bawanya pulang. Tapi lagi-lagi Kam¬to didatangi "pemilik"-nya. Akhirnya oleh Kamto, benda-benda keramat itu dikembalikan ke tempat asalnya. Dan sejak itu Kamto tak mau lagi membawa pulang benda-benda yang ditemukan di sekitar pohon karet yang angker tersebut.

Hal lain pernah pula dialami Ir Entik Budianto, Waspam PT KA. Waktu itu hari Jumat, Entik hendak melaksanakan salat Jumat. Kebetulan jalan menuju mesjid harus melewati pohon karet itu. Tiba-tiba saja, ketika berada di bawah pohon itu, kaki Entik ada yang melempar. Dan arah lemparan persis dari pohon karet. Akibatnya fatal. Selain merasa sakit, Entik tak bisa me-langah. Dia akhirnya kembali ke kantornya dengan cara melangkah. Parahnya, sakitnya tak kunjung sembuh, meski sudah diperiksakan ke dokter. Lucunya, dokter justru mengatakan tidak apa-apa. Padahal Entik merasakan kakinya sakit clan jalan pincang. Begitu pun setelah di bawa ke laboratorium Prodia Bandung, hasilnya tidak apa-apa.

Pada suatu hari datang seorang anak muda memikul madu meng¬hampirinya. Dia langsung duduk di depan meja kerjanya. Tiba-tiba saja pemuda tak dikenal itu tahu bila kakinya sakit. Bahkan dia mena¬warkan untuk mengobatinya deng¬an cara memijatnya. Usai memijat, pemuda misterius itu menyuruhnya berlari. Ternyata benar saja, tiba¬tiba Entik sembuh dan bisa berlari. Setelah itu ia pamit. Nah ketika itu¬lah rekan-rekan kantor Entik mengatakan bila tangan pemuda itu sangat lembut melebihi tangan seorang perempuan. Sejak itulah mereka sadar bila si pemuda itu bukanlah sebangsa manusia. "Mungkin dia penunggu pohon karet tua itu," kata Entik.

Isyaratkan Kecelakaan

Ada satu hal yang kerap luput dari perhatian khalayak. Pohon karet yang hampir tiap hari dilewati scluruh karyawan PT KA itu ternyata tak boleh ditebang. Siapa yang menebangnya, pasti akan meng¬alami nasib naas. Dulu manajemen PT KA pernah memerintahkan orang untuk menebang pohon karet itu. Alasannya, pohon besar itu meng-ganggu pemandangan dan mema¬kan areal yang luas. Pada suatu hari, ditebanglah pohon itu. Bebe¬rapa dahan bahkan sudah roboh. Tapi yang terjadi selanjutnya sung¬guh membuat orang ketakutan. Si penebang pohon ternyata mengalami sakit yang tidak diketahui penyebabnya. Yang menyedihkan, seminggu kemudian dia meninggal dunia.

Ternyata hal tersebut belum apa-¬apa. Bencana yang lebih besar kemudian menimpa jajaran PT KA. Sejak percobaan penebangan pohon tua ketika itu, PT KA mengalami musibah beruntun dan mengerikan. Kita pas¬ti ingat terjadinya kecelakaan kereta api yang terjadi susul menyusul di era pemerintahan Megawati. Kondisi itu menyebabkan Direksi PT KA dan sejumlah pejabat teras PT KA meng¬undurkan diri. Bahkan karena kece¬lakaan beruntun itu, Menteri Perhu¬bungan Agum Gumelar berniat mengundurkan diri, meski ditolak oleh presiden.

Kabarnya, kejadian itu berhu¬bungan erat dengan perintah mene¬bang pohon karet. Bahkan ada yang mengatakan, sesaat sebelum kece¬lakaan kereta api, beberapa ranting pohon karet tersebut berguguran. Dalam pandangan supranatural, peristiwa gugurnya ranting pohon karet itu merupakan isyarat akan terjadi suatu melapetaka. Dan mala¬petaka itu berupa kecelakaan kereta api. Kabarnya pula, sejak peristiwa itu, manajemen PT KA melakukan semacam ruwatan penolak bala. Namun ritual tersebut dilakukan secara tertutup clan dihadiri orang¬orang tertentu saja. (Habis)


0 komentar:

Posting Komentar

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP