19 Juli 2009

Misteri Pohon Tua PT KA Bandung (1)


Pohon karet di samping kiri pintu masuk kompleks kantor pusat PT Kereta Api di Jl Perintis Kemerdekaan No. 1 Bandung ini, sudah tua usianya. Diperkirakan seumur dengan usia bercokolnya pemerintah kolonial Belanda di Indonesia. Banyak kejadian aneh dan misterius yang menaungi pohon berusia 3,5 abad itu. Diantaranya sering memberi isyarat bakal terjadi kecelakaan kereta api.

BILA memasuki kompleks kantor pusat PT Kereta Api (PT KA), yang terlihat di sana adalah pemandangan yang serba tua. Mulai dari bangunan yang berusia lebih dari 3,5 abad, arsitektur kuno, dan pohon-pohon tua. Semua itu masih berdiri kokoh hingga kini. Entah apa yang menyebabkan kompleks bangunan tua ini seolah tak mau disentuh renovasi.

Memang, perbaikan kecil kerap terjadi di sana sini. Namun secara keseluruhan, bangunan kantor pusat PT Kereta Api (PT KA) di Bandung ini masih perawan. Dan yang kerap meng¬undang decak kagum adalah ada¬nya sebagian bangunan yang masih menggunakan jendela dan pintu dari besi baja. Kondisi itu memperlihatkan betapa kokohnya bang¬unan tua peninggalan Belanda ini.

Rahasia tersembunyi

Konon, ada rahasia dibalik masih dipertahankannya keaslian gedung PT KA. Yang paling mudah diterima akal se¬hat adalah sulitnya membongkar bangunan tua. Merehab gedung demi gedung bangunan yang ada di komplek itu, dipastikan bakal memakan biaya sangat besar. Selain itu, untuk membongkarnya membutuhkan waktu lama.
Sebab hampir seluruh konstruksi bangunan ter¬buat dari beton yang sangat kuat, yang dilengkapi dengan tiang-tiang, pintu dan jendela dari besi dan baja. Sehingga daripada untuk membongkarnya memakan waktu dan biaya besar, lebih baik mempertahankan bang¬unan lama yang masih kokoh ini. Selain itu, tentu saja dengan mempertimbangkan pelestarian peninggalan bersejarah.

Rahasia lain ialah adanya sema¬cam kekuatan kasat mata yang menyelimuti sebagian gedung tua PT KA. Orang-orang menyebutnya kekuatan metafisik. Seperti diung¬kap Pengawas Pengamanan (Was¬pam) PT KA, Ir Entik Budianto Ispra¬wira, bagi orang-orang yang dianu¬gerahi indera keenam, pasti akan merasakan getaran-getaran tertentu bila masuk ke lingkungan kantor PT KA. Entik sendiri selalu merasakan adanya getaran aneh itu. Misalnya ketika memasuki beberapa bagian gedung, bulu-bulu halus tubuhnya selalu merinding.

Kondisi seperti itupun seringkali dialami karyawan PT KA lainnya. Malah ada yang secara khusus men jumpai kejadian-kejadian aneh di ge¬dung tersebut. Seperti adanya bebe¬rapa karyawan PT KA yang mene¬mukan benda-benda pusaka. Na¬mun ketika benda itu dibawa pu¬lang, mereka selalu mengalami hal¬hal yang janggal. Akhirnya benda itu dikembalikan dan menghilang deng¬an sendirinya. Juga ada yang pernah dihampiri bayangan-bayangan berperawakan tinggi besar. Pera¬wakan tubuh seperti itu dipastikan milik orang-orang bule.

Misteri pohon karet

Salah satu hal yang tak luput dari perhatian seluruh karyawan PT KA adalah soal pohon-pohon tua yang ada di lingkungan kantor PT KA. Mereka itu antara lain pohon beringin yang tumbuh di sebelah kirim pintu masuk dan pohon karet di sebelah kanan gerbang. Kedua pohon ini diperkirakan sudah berusia lebih dari 3,5 abad, atau lebih tua dari seluruh bangunan yang ada di sana.

Meski sudah berusia tua, namun hingga kini pepohonan itu masih tumbuh subur dan sangat kokoh. Hal itu sangat terlihat pada pohon karet yang semakin rimbun di sebelah kanan mulut pintu masuk gedung. Akar-¬akar pohon karet itu sebagian sudah menyembul ke atas permukaan tanah. Itu menandakan betapa tua dan kokohnya pohon tersebut.

Dibalik tuanya umur pohon karet, ada cerita-cerita mistik yang pernah dialami rata-rata karyawan PT KA yang berkantor di situ. Sehingga hampir seluruh karyawan PT KA meyakininya sebagai pohon yang angker. Cerita unik, misalnya, pernah dialami Kamto (75), petugas parkir yang sudah 33 tahun bekerja di lingkungan PT KA. Suatu hari, ketika tengah bertugas, Kamto melihat benda aneh berada di bawah pohon karet itu.

Setelah dihampiri, ternyata benda itu adalah sebuah cincin tua yang bentuknya aneh. Ketika memegangnya, Kamto merasakan ada desir-desir aneh di tangannya. Meski sebesar cincin pada umumnya, tapi yang ini terasa begitu berat. dan bila melihat kondisinya, Kamto memper¬kirakan cincin itu sudah berumur tua. “Mungkin lebih dari 3 abad,” ujar Kamto. (Bersambung)


0 komentar:

Posting Komentar

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP