19 Juli 2009

Menengok Kemisteriusan Curug Aleh Sarijadi

Curug Aleh adalah nama sebuah air terjun di kawasan Sarijadi Bandung. Curug ini dikenal angker. Banyak cerita mistik dipetik dari lokasi ini. Sebutan Aleh, diambil dari nama seorang tokoh di sana pada zaman dulu. Ia mati saat bertapa di curug itu. Jasadnya tak pernah ditemukan. Konon, tokoh sakti itu diambil penghuni keraton gaib yang ada di sekitar Curug.

Menurut keterangan masyarakat di sana, usia Curug Aleh sangat tua. Bahkan sudah ada sejak kawasan ini terbentuk ratusan abad silam. Hulu aliran air terjun ini berasal dari kaki Gunung Tangkuban Parahu di Lembang. Uniknya, walaupun terjadi krisis air akibat kemarau panjang, curug ini tak pernah kering. Entah kenapa hal itu terjadi. Namun yang pasti, curug ini selalu saja memperlihatkan airnya yang jatuh tak pernah henti.

Latar belakang curug Aleh memang sulit ditelusuri. Selain langkanya tokoh-tokoh tua di kawasan itu, kebanyakan mereka sudah tiada. Yang tersisa hanya anak cucu mereka yang tak banyak tahu soal curug Aleh. Kisah yang bisa dijadikan sandaran hanyalah cerita dari mulut kemulut. Seperti dituturkan Ny Atikah (57), tetua Sarijadi, sekarang sudah tak banyak lagi yang tahu adanya air terjun di kawasan Sarijadi. “Mungkin karena lokasinya di kawasan hak milik orang lain,” tuturnya.

Meski begitu, kawasan air terjun Curug Aleh tidak tertutup untuk umum. Siapapun boleh masuk ke kawasan yang kini menjadi milik perupa Nyoman Nuarta itu. Hanya saja, orang tidak bisa dengan bebas keluar masuk kawasan ini. Apalagi sejak beberapa tahun ke belakang, di sekitar curug ini menjadi bengkel pembuatan patung raksasa Garuda Wisnu Kencana. Patung inilah yang kemudian berdiri dengan megahnya di Pulau Dewata Bali.

Dibalik semua itu, ada satu keterangan yang sulit dicerna logika. Beberapa masyarakat di sana mengungkap hal yang sama. Bahwa di kawasan air terjun Curug Aleh, terdapat keraton gaib kerajaan lelembut. Tentu saja, sulit menerima kenyataan ini. Sebab secara kasat mata, fisik bangunan keraton gaib ini tidak kasat mata. Hanya orang-orang tertentu yang bisa menyaksikan kemegahan keraton gaib itu. “Mereka itu orang yang punya ketajaman mata batin,” tutur Rasnawi (45), warga sekitar curug.

Hal serupa diungkap Ny Atikah. Wanita tua yang kerap disapa Amih ini mengaku bisa melihat keraton gaib itu. Tentu saja dengan kacamata batinnya. Menurut Ny Atikah, keberadaan keraton gaib itu diperkuat cerita-cerita aneh yang sering dialami masyarakat di sana. Bahkan wanita ini pernah didatangi seorang lelaki tua berjanggut putih. Usianya diperkirakan 80 tahun. Namun gurat wajahnya memperlihatkan kekokohan.

Suatu ketika, cerita Ny Atikah, dirinya didatangi pria ini. Ia membawa sebentuk batu merah delima. Batu itu kemudian dititipkan kepada Ny Atikah. Tak banyak yang dibicarakan pria tua berjanggut putih ini. Dia hanya menitipkan benda itu, lalu pergi secara misterius. Namun, sebuah ungkapan sempat ditangkap Ny Atikah. Pria tua ini mengatakan bila ia berasal dari sekitar Curug Aleh. “Saya yakin dia adalah penghuni keraton gaib di sana,” katanya.

Penuh misteri

Keberadaan curug Aleh dan keraton gaibnya, memang cerita yang jarang diungkap ke permukaan. Tidak heran bila sedikit yang tahu keberadaan curug ini. Dari sisi panorama, fisik curug ini tak terlalu menawan. Namun berbeda dari sisi lain. Seperti diungkap Rasnawi, diam-diam ternyata curug ini kerap dijadikan arena ajang ngalap ilmu. “Saya pernah melihat beberapa orang masuk ke kawasan ini dengan membawa banyak perbekalan. Waktu saya tanyakan ke Satpam di sana, dia bilang mau nginap disekitar curug,” ungkapnya.

Tapi herannya, sejak itu Rasnawi tak pernah lagi terdengar cerita soal orang-orang ini. Bahkan waktu dia datangi lokasi curug, tak ada tanda-tanda ada yang berkunjung ke sana, apalagi menginap. Mereka seperti hilang dari pandangan. Rasnawi yakin bila mereka disembunyikan kekuatan keraton gaib di sana. “Mungkin setelah proses bertapanya selesai dia akan keluar dari sana,” ujarnya.

Adanya keraton gaib itu, beber Ny Atikah, tak lepas dari kisah seorang lelaki bernama Aleh. Dia adalah tokoh Sarijadi jaman baheula yang dikenal memiliki kesaktian. Hobinya berkelana memperdalam ilmu kebatinan. Suatu ketika, Aleh bertapa di sekitar curug. Banyak orang di sekitar curug yang tahu perbuatan Aleh bertapa. Namun sampai sekian waktu, Aleh tak pernah terlihat lagi di kampung. Bahkan keluarganya pun tidak tahu keberadaan Aleh.

Warga Sarijadi ketika itu berupaya mencari Aleh kalau-kalau ia terjatuh ke dasar curug. Namun sampai berhari-hari lamanya, Aleh tak ditemukan. Sampai-sampai pihak keluarga dan masyarakat menyatakan Aleh telah hilang. Sejak itulah muncul desas-desus bila tubuh Aleh diambil oleh penghuni keraton gaib di sana.

Hal aneh lainnya adalah soal patung monumental Garuda Wisnu Kencana karya Nyoman Nuarta. Patung raksasa yang kini berdiri megah di pulau Bali itu ternyata dibuat persis di dekat Curug Aleh. Tentu saja ini hal aneh. Mengapa perupa Nyoman Nuarta membuatnya jauh di Bandung, tidak di Bali atau paling tidak di dekat pulau dewata itu. Konon, menurut masyarakat di sana, itu semua karena daya tarik keraton gaib tersebut. Bahkan yang lebih aneh lagi, proses pengangkutan bagian-bagian patung raksasa itu selalu dilakukan saat tengah malam, tidak pernah siang hari. ***

0 komentar:

Posting Komentar

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP