17 Juli 2009

Keunikan Curug Cimahi

Nama Curug Cimahi amat dikenal masyarakat Bandung. Tentu, karena panoramanya yang mengundang decak kagum. Kawasan ini, juga bisa jadi wahana sport ‘tak disengaja’. Ya, sebab untuk menuju air terjun ini, pengunjung harus menuruni 520 anak tangga. Dan, uniknya, curug ini menyimpan kisah mistis. Kabarnya, bila ada sepasang kekasih datang ke sini, mereka bisa bubaran. Benarkah ?

Curug Cimahi terdapat di Kampung Cisarua, Desa Kertawangi, Kabupaten Bandung Barat. Tak sulit menuju tempat ini. Akses jalan bagus dan lancar pula. Hanya, bila akhir pekan atau hari libur, akses ke tempat ini ikut terhambat. Pasalnya jalur dari arah Kota Bandung menuju Bandung utara (Lembang), kerap macet. Maklum, kawasan Lembang selalu diserbu pelancong kala weekend.

Nah, bila telah sampai dipintu masuk Curug Cimahi, bersiap-siaplah melakukan sport ‘tak disengaja’ itu. Didepan mata terpampang jalan menurun dengan 520 anak tangga. Dari situ, pengunjung ditantang untuk meniti anak tangga sejauh 500 meter. Kecuramannya mencapai 45 derajat. Energi ekstra memang dibutuhkan untuk mencapai obyek wisata yang menebar hawa sejuk ini.

Meski menguras energi, tapi pengunjung bakal beroleh untung. Sebab jantung akan berpacu dengan cepat. Lalu aliran darah mengalir lancar. Keringat pun bakal mengucur deras. Bila demikian adanya, kondisi tubuh akan terasa nyaman. Apalagi paru-paru dengan mudahnya menyerap udara segar tanpa polusi. Rasa-rasanya, tubuh ini seolah menangkap energi alam yang maha dahsyat.

Setelah berkeringat menuruni anak tangga, pemandangan menakjubkan itu pun terpampang di depan mata. Itulah Curug Cimahi yang menebar pesona tiada tara. Sungguh produk keagungan Sang Kuasa yang pantas disyukuri.

Menurut pengelola Curug Cimahi, ketinggian air terjun ini mencapai 85 meter. Karenanya, tidak heran bila hempasan airnya sangat kuat dan gelegarnya terdengar sampai ratusan meter. Jatuhnya air yang diterpa angin pun menebar hawa lembab yang menyegarkan bila menyentuh permukaan kulit. Keadaan itulah yang paling disukai oleh pengunjung.

Keunikan Curug Cimahi semakin lengkap dengan keberadaan monyet-monyet hutan yang jinak dan bersahabat. Tidak sedikit para pengunjung yang memberi makan monyet-monyet itu. Bahkan banyak pula yang berfoto bersama. Kondisi itu pun membuat pengunjung betah dan selalu ingin berlama-lama di sekitar curug.

Penuh misteri

Curug Cimahi secara resmi dibuka tahun 1978. Karena berada di kawasan hutan milik PT Perhutani Unit III Jabar, maka instansi itulah yang mengelola sehari-hari. Pini sepuh setempat, bertutur bila curug ini sudah ada sejak ratusan tahun silam. Tentu saja tak ada catatan resmi kapan curug ini ditemukan. Namun menurut cerita, 26 tahun silam, seorang bernama Jajang bersama dua rekannya, Engkos dan Dani Muharam, warga Kampung Cisarua, sudah merintis pembangunan curug ini.

Engkos, misalnya, dibantu beberapa warga membuat jalan berundak yang menuju lokasi air terjun. Sejak itulah keberadaan Curug Cimahi semakin diketahui khalayak. Dan seiring perjalanan waktu, Curug Cimahi kian ramai dikunjungi. Apalagi bila musim libur tiba. Tempat dipenuhi pengunjung yang ingin refreshing. Tak sedikit pula muda-mudi yang datang bersama pasangannya.

Hanya saja, ada bumbu cerita yang berkembang di kalangan masyarakat setempat. Konon, tempat ini tak boleh dikunjungan sepasang kekasih yang ingin memadu cinta. Sebab bila sepasang kekasih nekat datang ke tempat ini, dipercaya hubungannya tak akan langgeng alias putus.

Karena berkembangnya keyakinan semacam itu, kini jarang ada sepasang muda-mudi yang tengah dimabuk cinta berkunjung ke Curug Cimahi. Mereka takut bila hubungannya terputus setelah mengunjungi obyek wisata itu. Meski demikian, tetap saja ada pasangan kekasih yang berani berkunjung ke Curug Cimahi. Menurut mereka, sepanjang niatnya tidak macam-macam, mereka tidak takut adanya mitos tersebut. “Kami ke sini hanya untuk berwisata dan menikmati keindahan alam, tidak lebih dari itu,” tutur Yana (24), yang datang bersama kekasihnya.

Memang, seperti dituturkan Ma Icih (55), salah satu pemilik kedai makanan di sekitar Curug Cimahi, “kutukan” putus cinta itu hanya akan menimpa pasangan-pasangan yang ingin berbuat mesum di tempat itu. “Kalau mereka datang baik-baik dan tidak menyalah gunakan tempat ini, ya tidak akan terjadi apa-apa. Banyak kok muda-mudi yang datang ke sini,” tutur Ma Icih.

Malah, Ma Icih melanjutkan, banyak yang semasa pacaran berwisata ke tempat ini, hubungan mereka berakhir di pelaminan. Mereka menikah dan punya anak. Ma Icih mencontohkan pasangan suami istri yang berasal dari sekitar Curug Cimahi. “Lihat saja mereka, dulu waktu pacaran sering main ke sini. Sekarang sudah pada punya anak. Tapi di curug jangan macam-macam. Kalau berbuat yang tidak-tidak, tunggu saja akibatnya,” Ma Icih memperingatkan. ***

0 komentar:

Posting Komentar

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP