18 Juli 2009

Dibalik Pesona Kawah Putih Ciwidey


Bandung dikenal memiliki banyak tempat wisata indah. Salah satunya terdapat di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Di kawasan Bandung Selatan yang berjarak kurang lebih 46 km dari Kota Bandung ini memang kaya potensi alam. Di sini tersebar beragam obyek wisata yang letaknya hampir berdekatan. Misalnya Kawah Putih. Ternyata, selain terkenal indahnya, Kawah Putih menyimpan legenda dan kisah unik.

Kawah putih merupakan danau kecil. Ia terbentuk akibat letusan Gunung Patuha yang beberapa abad silam. Lubang bekas letusan yang tidak aktif lagi tersebut, akhirnya menjadi danau yang indah. Disebut Kawah Putih karena pantulan air danau berwarna putih. Maka, orang pun menyebutnya "Kawah Putih". Ajaibnya, air kawah ini sewaktu-waktu bisa berubah warna menjadi coklat susu, hijau apel, atau kuning terang.


Menuju Kawah Putih cukup menguras energi. Sebab dari bawah, pengunjung harus berjalan kaki sejauh 5 km dengan rute menanjak. Namun untuk menyingkat waktu, orang bisa menggunakan kendaraan bermotor. Dari situ, pemandangan alam yang menakjubkan itu terpampang di depan mata. Cekungan seluas 25 ha itu tampak berkilau-kilau dengan airnya yang keputih-putihan.

Keadaan itu mengingatkan orang akan kemiripannya dengan Danau Kalimutu di Pulau Lombok, NTB. Lingkungan sekitar Kawah Putih pun tak kalah menarik. Masih asri dengan hutan yang utuh. Tebing-tebing belerang yang curam, tampak mengepulkan asap. Karena cantik panoramanya, kawasan ini sering dijadikan lokasi shooting film, sinetron, video klip dan video iklan. Salah satunya adalah sinetron "Hikmah" yang dibintangi Tamara Blezinsky.

Selain sebagai tempat wisata, di sekitar kawah itu juga terdapat tempat persembahyangan. Tempat itu kabarnya kerap jadi lokasi khusus masyarakat untuk berdoa. Menurut cerita masyarakat sekitar, dahulu warga sekitar Gunung Patuha kebanyakan menganut agama Hindu. Upacara-upacara khusus keagamaan, seringkali dilakukan dilereng bukit Gunung Patuha dan Kawah Putih ini.

Penuh Legenda

Gunung Patuha rupanya memendam legenda yang cukup istimewa. Kisah-kisah turun-temurun yang beredar di kalangan masyarakat menyebutkan, puncak Gunung Patuha dulu merupakan tempat pertemuan para leluhur Bandung Selatan. Mereka antara lain Eyang Jagasatru, Eyang Raga Sadena, Eyang Camat, Eyang Ngabihi, Eyang Barabak, Eyang Baskom, dan Eyang Jambrong.

Puncak tertinggi Gunung Patuha dinamakan Puncak Kapuk. Di situlah konon para leluhur berembuk memperbincangkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat melalui penjagaan kelestarian hutan. Seperti dituturkan Sumardi, warga setempat, makam para leluhur itu dipercaya berada di Puncak Kapuk. Pada waktu-waktu tertentu, katanya, seringkali orang yang kebetulan melihat seekor domba yang bulunya hijau mirip lukut (lumut). Sehingga ia disebut domba lukutan. “Domba aneh ini diyakini sebagai ternak peliharaan para leluhur tadi," ujar Sumardi.

Menurut data dari Perum Perhutani unit III Jawa Barat, Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 m di atas permukaan laut. Selain Kawah Putih, masih terdapat sebuah kawah yang bernama Kawah Saat dengan ketinggian 2.194 m dpl dan terletak di puncak bagian barat Gunung Patuha. Kedua kawah tersebut terbentuk akibat letusan pada abad 10 sampai dengan abad 12. Nama Patuha konon berasal dari kata “Patua”. Oleh karena itu, masyarakat setempat sering menyebutnya Gunung Sepuh. Lebih dari seabad yang lalu, puncak Gunung Patuha oleh masyarakat dianggap angker sehingga tak satu pun orang berani menginjak kawasan tersebut.

Akibatnya, keberadaan dan keindahannya tidak sempat diketahui orang. Misteri Kawah Putih baru terungkap pada tahun 1837 oleh seorang Belanda peranakan Jerman bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864). Kandungan belerang di danau kawah tersebut sangat tinggi sehingga di sana sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel Ontgining Kawah Putih. Pada zaman Jepang, usaha tersebut dilanjutkan dengan nama Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey yang langsung berada di bawah penguasaan militer. ***

0 komentar:

Posting Komentar

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP